Kelompok mahasiswa yang tergabung kedalam Forum Komunikasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)/Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) se-Indonesia berunjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/5).

Adapun aksi unjuk rasa dilakukan dengan tuntunan meminta KPU bertindak jujur dan adil dalam pelaksanaan Pemilu 2019.

Aksi sempat terganggu dikarenakan ada orang yang tidak dikenal tba-tiba masuk kedalam kerumunan peserta aksi dan ingin membubarkan massa aksi hingga terjadinya kericuhan. Beruntung, aparat kepolisian cepat tanggap dengan langsung membawa keluar orang tersebut.

Melihat kondisi demkian. Ritonga selaku koordinator lapangan aksi mengungkapkan sangat kecewa terhadap pihak kepolisian. “Karena diwaktu kami aksi ada penyusup yang masuk dan tiba-tiba mau membubarkan aksi,” sesal Ritonga.

Padahal, menurut Ritonga, kita kesini meminta KPU bertindak jujur, adil dan transpran dalam pelaksanaan pemilu serta bertanggungjawab penuh terhadap petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia.

Ritonga menjelaskan aksi ini tidak ditunggangi oleh siapapun, tidak oleh 01 maupun 02. “Kita hanya menyampaikan aspirasi kita dan tidak dibiayai oleh siapapun murni dari kantong mahasiswa untuk kepentingan rakyat Indonesia,” tambahnya.

Ritonga mengatakan bahwa peran dan Fungsi mahasiswa dari 1966, 1974, 1998 sebagai pilar demokrasi di bangsa ini dan kita hadir hari ini karena ada ketidakadilan yang dipertontonkan kepada publik oleh pihak penyelenggara pemilu.

Ditempat yang sama, Presiden Nasional BEM PTAI Se-Indonesia, Cecep Hidayatullah menyebutkan jika BEM PTAI Se-Indonesia akan melakukan kemah di depan KPU RI pada tgl 21 s/d 23 Mei 2019 untuk menolak segala bentuk tindakan atas kecurangan yang pemilu yang selama ini terjadi

“Mahasiswa juga dikenal sebagai Agent Of Social Control atau mitra kritis maupun strategis pemerintah kedepan 2019-2024 yang dipilih sah tanpa kecurangan oleh rakyat, jadi kami melakukan aksi ini demi bangsa dan negara bukan semata mata karena harta atau kekuasaan karena kami masih kuliah di kampus gerakan ini murni atas kesadaran kami dan menjawab segala pertanyaan dimana mahasiswa saat keadilan dan kedaulatan di permainkan”tutupnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here