Jakarta – Polemik Pemukulan Mahasiswa yang tergabung dalam Konsorsium Mahasiswa Jakarta (KMJ) yang dilakukan oleh keaman PT. Jaya Ancol berbuntut panjang, pasalnya aksi mahasiswa pada tanggal 12 Juli 2019 yang lalu hihadang oleh pihak keamanan dipandang sebagai tindakan premanisme yang mengarah ke perbuatan pidana.

Aksi semula KMJ dibawah kordinator bung Shemi telah mendapat izin dari pihak kepolisian melalui surat yang dilayangkan ke Polda Metro Jaya, aksi pemukulan ini harus dipertanggung jawabkan oleh Teuku Sahir Syahali sebagai Direktur Utama.

Shemi sebagai kordinator aksi menduga Polsek setempat sengaja melakukan pembiaran terhadap pemukulan peserta aksi KMJ, dimana saat aksi berlangsung tidak mendapat pengawalan.

Lanjutnya, setelah selesai bentrok barulah Polsek Pademangan turun ke lokasi, ini kan Aneh, polisi datang dilokasi kejadian hanya Selfi dengan petugas keamanan ancol, kami mengerti anda sebagai polisi harus dokumentasikan setiap kegiatan lapangan, tapi tugas pokok polisi harus mengamankan aksi kami.

Shemi menyangkan sikap Kapolsek Pademangan tidak proaktif sebagai bentuk kelalaian terhadap dalam menjalankan tugas.

Untuk rencana aksi Akbar Konsorsium Mahasiswa Jakarta pada Juma’at 19/7/ 2019 nanti akan digelar di pintu masuk Ancol dan Balai Kota sebagai bentuk protes terhadap aksi pemukulan Mahasiswa.

Sekaligus mendesak Gubernur DKI Jakarta mencopot Direktur Utama PT. Jaya Ancol Teuku Sahir Syahali pasalnya Teuku Sahir Syahali diduga terlibat maklumat pernikahan siri sesama kariawan PT. Jaya Ancol, sebelumnya pernikan siri oleh Direktur Property dan manager keuangan PT. Jaya Ancol.

Ada dugaa terjadi penyimpangan pengelolaan management keuangan yang tidak beres. Shemi menambahkan keterlibatan Teuku Sahir Syahali di PT. Jaya Ancol akan merusak sistem perseroan, apalagi selama ini sebagai wakil direktur sebelum diangkat menjadi direktur Utama hanyalah boneka dan tidak memiliki andil terkait pengembangan dan kemajuan, PT PJA.

Sikap KMJ pada aksi Akbar 19/7/2019 nanti mendesak Gubernur DKI mengambil tindakan tegas copot Direktur Utama PT. Jaya Ancol Teuku Sahir Syahali, besihkan semua petinggi Ancol yang selama ini dipandang tidak becus mengelola Ancol sebagai bagian dari aset penting pemerintah DKI JAKARTA untuk menopang PAD DKI Jakata.

Selain itu Gubernur DKI Jakarta juga harus mencopot siapapun dia telah terbukti melakukan pernikahan siri di PT. Jaya Ancol karena berpotensi merusak managment keuangan perseroan (digelapkan). Disamping itu kami juga mendesak Kapolda segera mencopot Kapolsek Pademangan dari Jabatannya karena diduga membiarkan aksi pemukulan di wilayah hukumnya.” Tutup bung Shemi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here