RedaksiJakarta– Kelompok mahasiswa dari berbagai universitas yang tergabung dalam Border Rakyat (Borak), meminta Presiden RI Joko Widodo untuk mengistirahatkan dan membebastugaskan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto dari tugasnya. Dalam konferensi pers di YLBHI, Jakarta Pusat, Minggu (13/10).

Borak dalam rilies nya mengatakan permintaan untuk mengistirahatkan Wiranto berdasarkan dua peristiwa penting yang menimpanya baru-baru ini.

Kejadian pertama adalah ancaman pembunuhan kepada Wiranto pada bulan Mei kurang lebih 4 bulan yang lalu . Kedua adalah peristiwa penusukan yang menimpa Wiranto saat berkunjung baru-baru ini ke Pandeglang, Banten.

Selain permasalahan Wiranto, Borak juga membahas soal korban demonstrasi 24-30 September yang menolak RKUHP di depan Gedung DPR RI dan wilayah lainnya dalam rilies yang di sampaikan media.

Dan ada dugaan kuat dari banyaknya jumlah korban jiwa (dari peristiwa kericuhan belakangan Ini), bahkan ada Mahasiswa di kendari yang di duga tertembak dalam aksi demonstrasi menolak revisi UU KPK dan KUHP, itu salah satu bukti kegagalan Wiranto.

Borak Juga mendesak supaya kepolisian mau membuka data korban demonstrasi dengan kekerasan, penangkapan dan yang hilang. Agar dapat memberikan mereka ruang advokasi.

Beberapa Asal Kampus yang tergabung dalam gerakkan Borak (Border Rakyat) adalah Universitas Al Azhar, Universitas Budi Luhur, Universitas Moestopo, Institut Sains dan Teknologi Nasional, Indonesia Banking School, Kalbis Institute, Aliansi Tanpa Nama Kampus, Aliansi Mahasiswa Indonesia Menggugat, Front Aksi Mahasiswa Semanggi, Front Aksi Mahasiswa Universitas Indonesia, Front Aksi Mahasiswa Universitas Pasundan, Front Aksi Mahasiswa Universitas Mpu Tantular, Konsolidasi Mahasiswa Universitas Padjajaran. (D3N/IMAD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here