Jakarta, Presiden Joko Widodo yang hanya mengirim calon tunggal Kapolri yakni Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Idham Aziz ke DPR RI adalah langkah yang tepat, mengingat agenda strategis negara harus bergerak cepat dalam rangka mencapai target-target jangka pendek, menengah dan puncaknya adalah kejayaan Indonesia emas di tahun 2045.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (PP PERISAI), Chandra Halim, kepada wartawan di Jakarta, Jum’at (25/10).

Chandra melihat figur Komjen Idham Aziz adalah anggota polri yang kenyang pengalaman dan baik kemampuan teknis lapangan maupun leadership, dan managerial yang sangat mumpuni.

Chandra Halim mengatakan Komjen Idham Aziz adalah adalah figur polisi yang memiliki visi jauh kedepan menjadikan polri sebagai institusi yang kredibel, profesional dan dapat dipercaya publik.

“Apa yang menjadi Langkah presiden RI Ir H Joko Widodo dan Prof DR KH Ma’aruf Amin mengirim calon tunggal Kapolri ke DPR RI adalah pilihan yang tepat,” tegasnya.

Menurut Chandra ada beberapa hal yang membuat Komjen Idham Aziz cocok menjadi kapolri. Pertama, dalam rangka menghilangkan polemik. Karena pemilihan calon Kapolri pasti menimbulkan pro dan kontra di masyarakat mengingat polri sebagai organisasi besar dan sarat kepentingan politik pihak luar polri.

Kedua, dalam rangka menjaga soliditas anggota polri dan kerja cepat membantu mengamankan jalannya pemerintahan Joko Widodo dn KH Maruf Amin dan DPR RI harus segera memproses calon tunggal Kapolri.

Ketiga, figur Komjen Idham Aziz kenyang pengalaman dan memiliki kemampuan teknis lapangan.

Keempat, figur Komjen Idham Aziz adalah mampu menjalankan organisasi yang baik dn mampu menjaga institusi kepolisian dari kepentingan politik luar.

Kelima, figur Komjen Idham Aziz banyak prestasi besar seperti tahun 2001 jadi anggota tim kobra untuk menangkap anak mantan presiden Soeharto bersama bpk Jend Tito Karnavian waktu pak Idham Aziz di Polda metro sebagai unit Harda.

Keenam, Komjen Idham Aziz sukses mengungkap kasus otak bom Bali dengan menangkap DR. Azhari di batu malang.

“Selain itu, Komjen Idham Aziz banyak prestasi yang sudah beliau torehkan, diantaranya pada tahun 2005 dapat kenaikan pangkat luar biasa dari kapolri Jendral Sutanto. Saat itu Komjen Idham Aziz masih di unit Riska subden densus polri 9 November 2005,” kata Chandra.

Chandra menambahkan jika Idham Aziz juga sukses mengungkap kasus mutilasi 3 gadis Kristen di Poso, Sulawesi tengah. “Bila konflik ini tidak diselesaikan akan berdampak terjadi konflik antar agama, belum lagi memberantas kelompok Santoso di Poso,” tuturnya.

Tak hanya itu, lanjut Chandra, Komjen Idham Aziz sukses mengungkap kasus sodomi dan pembunuhan 14 anak jalanan dan pelaku d tangkap 9 November 2010.

“Sewaktu menjadi Kapolda Metro Jaya, Idham Aziz sukses menumpas penyelundupan ganja 1,3 ton dari Aceh ke Jakarta dan penyelundupan sabu 1,6 ton dari Taiwan di Anyer Banten. Melihat integritas Komjen Idham Aziz dan perjalan karir Kabareskrim yang juga calon Kapolri harus kita sama-sama dorong di komisi 3 DPR agar segera di sahkan menjadi KAPOLRI,” tegas Chandra.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here