Beranda Lain-Lain Webinar LEMI PB HMI, Ajak Kader Geluti Pasar Modal Syariah di Tengah...

Webinar LEMI PB HMI, Ajak Kader Geluti Pasar Modal Syariah di Tengah Pandemi

41
0

Jakarta –Indo Primer Sekuritas bekerjasama dengan Badan Koordinasi Nasional Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (Bakornas LEMI PB HMI) menyelenggarakan diskusi Web Seminar (WEBINAR) yang bertemakan “NGABUBURIT ONLINE BARENG IPOT DAN LEMI : INVESTASI UNTUK NEGERI” , melalui Zoom meeting, Selasa (12/05/2020).


Dari pantauan tim redaksi kami, diskusi tersebut menghadirkan pemateri Ir. H. Kamrussamad, S.T., M.Si. selaku Anggota Komisi XI DPR RI Bidang Keuangan dan Perbankan/Founder KAHMI PRENEUR, dan Dery Yustria selaku perwakilan dari Divisi Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia, serta pengarah yang diwakili oleh Indah Nurhabibah dari IPOT Syariah.
Dalam hal ini Pasar Modal Indonesia mulai bulan Maret 2020 lalu menerima pukulan telak dari sentimen negatif pasar yang disebabkan pandemi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19).

Kementerian Keuangan mencatat, kekejaman COVID-19 ini menyebabkan arus modal asing (capital outflow) pada periode bulan Januari-Maret 2020 mencapai Rp 145,28 Triliun. Jumlah tersebut dua kali lebih dahsyat dampaknya terhadap Indonesia dibanding krisis keuangan global pada tahun 2008 yang tercatat sebesar Rp 69,9 Triliun dana asing yang keluar dari Indonesia.Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagai acuan harga dari seluruh saham yang beredar di Bursa Efek Indonesia, juga mengalami kontraksi yang sangat dalam. Terhitung dari awal tahun 2020, IHSG telah anjlok sebesar 26,56%. Pasar Modal lesu dengan masifnya aksi jual yang dilakukan oleh para investor hingga menyebabkan BEI beberapa kali melakukan trading halt atau penghentian sementara aktivitas jual-beli saham di bursa.

Baca :  APA KABAAAR UNUSIA !!!!

Apabila tidak dilakukan langkah-langkah strategis, dikhawatirkan Pasar Modal Indonesia tidak lagi mempesona di mata investor yang juga dapat menyebabkan lamanya proses recovery.
Sehingga terjadi beberapa bulan yang lalu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagai acuan harga dari seluruh saham yang beredar di Bursa Efek Indonesia, juga mengalami kontraksi yang sangat dalam. Terhitung dari awal tahun 2020, IHSG telah anjlok sebesar 26,56%. Pasar Modal lesu dengan masifnya aksi jual yang dilakukan oleh para investor hingga menyebabkan BEI beberapa kali melakukan trading halt atau penghentian sementara aktivitas jual-beli saham di bursa. Apabila tidak dilakukan langkah-langkah strategis, dikhawatirkan Pasar Modal Indonesia tidak lagi mempesona di mata investor yang juga dapat menyebabkan lamanya proses recovery.


Imaduddin selaku Pj Direktur Eksekutif Bakornas LEMI PB HMI, dalam sambutannya mengatakan, “Setelah sukses roadshow pasar modal syariah di 5 kota besar, program yuk nabung saham Bakornas LEMI PB HMI bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia dan IPOT kembali digelar, hal ini diharapkan menjadi solusi ditengah krisis pandemi, apalagi terhitung sejak awal tahun 2020, IHSG telah anjlok sebesar 26,56%. Pasar Modal lesu dengan masifnya aksi jual yang dilakukan oleh para investor hingga menyebabkan BEI beberapa kali melakukan trading halt atau penghentian sementara aktivitas jual-beli saham di bursa, kami terus mendorong sistem keuangan inklusif berbasis syariah guna sebagai salah satu aspek penopang penguatan ekonomi nasional, semoga kelak banyak investor besar lahir dari kegiatan ini” ujar Imaduddin.

Baca :  Tokoh Adat Betawi Desak Jamaludin DPRD DKI Untuk Angkat Kaki Dari Jakarta

Sementara itu, Dery Yustria selaku perwakilan dari Divisi Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia, mengatakan Menurut dia pasar modal sangat berpengaruh bagi perekonomian, dinegara majupun tidak ada pasar modal yang tidak maju, karna yang namanya pasar modal adalah salah satu pilar perekonomian suatu negara. Lalu mengenai dengan investasi menurutnya adalah tentang mengatur uang, ialah mengenai urusan pribadi, lalu di belikan aset ke perusahaan-perusahaan dan di jual dengan harga tinggi atau di simpan. Dan lanjut mengenai kestabilan dan pertumbuhan ekonomi menurut nya semakin banyak perusahaan yang tercatat di bursa efek Indonesia makin banyak investor yang beli saham-saham nya maka perusahaan tersebut dapan melakukan ekspansi, dan semakin banyak ekspansi maka semakin banyak pula jumlah pekerja yang terserap, semakin banyak pekerja yang terserap maka yang terjadi ialah pertumbuhan ekonomi dan pergerakan ekonomi. Ujarnya.


Lalu Bakrie Ahmad Fa’ada,Selaku Direktur Administrasi dan Keanggotaan BAKORNAS LEMI PB HMI, berharap kegiatan ini menjadi pembakar semangat bagi pemuda dan seluruh masyarakat Indonesia untuk berjihad ekonomi dengan menciptakan stabilitas dan mendorong perkembangan ekonomi khususnya di sektor pasar modal syariah. Dengan di adakannya diskusi ini, dapat pula di harapkan memberikan penjelasan yang secara signifikan kepada masyarakat luas terkait betapa pentingnya berinvestasi di pasar modal syariah ataupun konvensional.

Kontributor : Sirly Abdul Basit Mubarok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here