Beranda News Berita Nasional Langkah Cepat Jenderal Sigit Dalam Menjaga Konsentrasi Penegakan Hukum di masa sulit...

Langkah Cepat Jenderal Sigit Dalam Menjaga Konsentrasi Penegakan Hukum di masa sulit Pandemi Covid-19

37
0

Belum genap setahun menjabat sebagai Kepala Bareskrim Polri, Komjen Pol Listyo Sigit telah catatkan sejumlah capaian yang membuat namanya semakin dikenal publik. Semenjak Pandemi Covid-19 mewabah di Tanah Air, Pria kelahiran Maluku, Ambon, 5 Mei 1969 ini menjadi aktor penting dalam upaya menjaga ketersediaan Bapokting (Bahan Pokok Penting).

Selain itu, Jenderal muda yang pernah menjadi Ajudan Presiden Joko Widodo pada tahun 2014 ini memainkan peranan penting dalam mengakhiri drama panjang pelarian buronan kelas kakap Djoko Tjandra beserta sejumlah Oknum Petinggi Polri yang diduga terlibat. Dan yang tak kalah pentingnya bagi publik saat ini adalah, keterangan terbaru dari Sang Jenderal dalam upaya membongkar misteri di balik terbakarnya Gedung Kejaksaan Agung RI.

Meskipun namanya seringkali muncul di media massa, Jenderal Muda bintang tiga yang pernah menjabat sebagai Kapolda Banten ini tetap bersikap rendah hati. Beberapa bulan yang lalu hasil survey dari Lemkapi (Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia) memberikan penilaian positif terhadap Bareskrim Polri. Mayoritas masyarakat merasa puas atas kinerja Bareskrim Polri saat ini. Tidak cukup sampai disitu, saat Virus Covid-19 dinaikan statusnya sebagai Pandemi oleh Badan Kesehatan Dunia WHO pada bulan April lalu, Jenderal Listyo dinilai publik mampu menterjemahkan dengan baik instruksi Presiden Joko Widodo dalam upaya menjaga ketersediaan Bapokting (bahan pokok penting) selama Pandemi terjadi.

Melihat sejumlah rekam jejak Kabareskrim saat ini dalam menjaga ikhtiar penegakan hukum di tanah air, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Raja Ampat [HIMARAJA], Husein Umkabu, mendukung upaya Bareskrim dalam membongkar tragedi terbakarnya Gedung Kejaksaan Agung RI. Menurutnya, gerak cepat Bareskrim dengan membentuk tim khusus dalam mendalami kasus ini adalah bukti nyata keseriusan Polri dalam proses penegakan hukum di tanah air.

Baca :  Gerakan Dukung Reshuffle (GEDUR) Kabinet di deklarasikan oleh Beberapa Element Pemuda

“Kami mengapresiasi langkah cepat Bareskrim dalam membentuk tim khusus dalam menyelidiki terbakarnya Gedung Kejaksaan Agung. Kami menduga ada oknum yang bersembunyi di balik terbakarnya Gedung Kejagung ini. Kita tahu banyak berkas-berkas penting yang berkaitan dengan korupsi dan pidana lainnya disimpan di dalam gedung tersebut. Dugaan kuat kami ada Bandit Besar yang merancang kejadian ini. Tentunya mereka diuntungkan dengan lenyapnya berkas-berkas tersebut. Untuk itu kami meminta Bareskrim untuk segera menuntaskan kasus ini”, tandas mahasiswa asal Papua Barat ini.

Ketua Umum PB INSPIRA (Inisiator Perjuangan Ide Rakyat), Rizqi Fathul Hakim pun angkat bicara. Pria yang akrab disapa Rizqi ini mengapresiasi kinerja Bareskrim Polri di bawah komando Komjen Pol Listyo Sigit.

“Pandemi Covid-19 secara global telah memberikan warna gelap dalam kehidupan manusia. Pandemi ini membuat banyak hal dalam kehidupan manusia menjadi sulit. Dalam situasi seperti ini tentu kita mengharapkan figur-figur aparatur penegak hukum yang kuat, cerdas dan mampu menjaga kondusifitas masyarakat. Dan salah satu dari sekian banyak figur yang memiliki peranan kuat dan penting bagi kami adalah Jenderal Listyo. Lima bulan pasca dia dilantik sebagai Kabareskrim, Pandemi Covid-19 mewabah dan membuat panik masyarakat. Ancaman krisis pangan begitu nyata. Gelombang Panic Buying hampir menjalar di sejumlah Kota Besar. Namun kesigapannya dalam menjaga ketersediaan Bapokting pada saat itu mampu menekan kecemasan publik secara signifikan. Selain itu kasus-kasus besar lainnya pun berhasil diselesaikannya selama Pandemi ini. Sebut saja seperti kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, penangkapan sindikat narkoba internasional, hingga membongkar praktik penipuan pengadaan Ventilator dan Monitor Covid-19 senilai 3 juta Euro.”

Baca :  GMPB Konferensi Pers Mendesak kapolda metro jaya mengungkap dibalik aktor pemalsuan label SNI.

Selain soal kesigapan Sang Jenderal dalam menanggulangi hal-hal yang berpotensi membuat publik cemas selama Pandemi terjadi, Jenderal peraih gelar Magister dari Universitas Indonesia ini pun semakin menyita perhatian publik saat berhasil membawa ‘pulang’ Djoko Tjandra ke tanah air. Buronan kelas kakap yang merugikan negara hampir 1 triliun ini telah menjadi ‘Pekerjaan Rumah’ Polri dalam satu dasawarsa ke belakang. Selain itu, penangkapan sejumlah oknum Perwira Tinggi Polri yang diduga memuluskan langkah Djoko Tjandra pun menjadi daya tarik tersendiri. Drama panjang pelarian Djoko Tjandra bersama sejumlah oknum Polri yang diduga terlibat pun akhirnya tamat di tangan Jenderal yang komitmen dengan motto Polri ini. Menurut Sekjend PB INSPIRA, El Gusti, sederet capaian Bareskrim Polri saat ini menjadi referensi bagi mahasiswa, aktivis dan masyarakat luas dalam melihat institusi Polri di kemudian hari.

“Sedikit banyaknya apa yang telah dicapai oleh Bareskrim saat ini adalah bukti konkrit bahwa Polri adalah lembaga netral dan profesional. Citra Polri di mata publik tentu semakin membaik. Pasca tertangkapnya Djoko Tjandra, kami akan terus pantau dan mendukung upaya Bareskrim Polri dalam mengungkap misteri terbakarnya Gedung Kejaksaan Agung. Kami berharap Bareskrim kembali menunjukkan taringnya dalam tragedi ini.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here