
Redaksi Jakarta,– Dugaan upaya suap terhadap wartawan kembali mencuat.

Dilansir dari Sorot Indonesia manajemen PT Bank SulutGo (BSG) diduga berupaya menyuap seorang jurnalis untuk menghapus berita yang mengkritisi perusahaan tersebut.
Kasus ini bermula dari pemberitaan berjudul “Bank SulutGo Abaikan Klaim Biaya Kesehatan Pegawai”, yang dipublikasikan oleh Sorot Indonesia. Tak lama setelah berita itu terbit, seorang staf manajemen BSG berinisial HR menghubungi wartawan Antonius Montolalu, yang akrab disapa Hans, melalui WhatsApp.
Dalam percakapan tersebut, HR berusaha meyakinkan Hans bahwa masalah yang diberitakan bukanlah hal besar dan sebaiknya tidak diperpanjang. Tak hanya itu, HR kemudian mengirimkan uang sebesar Rp1,5 juta melalui layanan Go-Pay sebagai bentuk “penyelesaian” masalah.
@redaksi.jakarta
Dilansir dari pernyataan Pemimpin Redaksi Sorot Indonesia, Stanley Teguh, wartawan Hans segera melaporkan kejadian ini kepadanya.
Stanley pun mengambil sikap tegas dengan menginstruksikan agar uang tersebut segera dikembalikan. Namun, HR menolak memberikan nomor rekening pengembalian dan justru menyarankan agar uang itu disumbangkan ke tempat ibadah.
Menanggapi dugaan suap ini, Ketua Umum Persatuan Wartawan Reaksi Cepat (PWRC), Kornelius, mengecam tindakan tersebut.
Dilansir dari Sorot Indonesia, ia menegaskan bahwa institusi publik seperti BSG seharusnya menghormati kebebasan pers dan tidak menggunakan cara-cara yang terkesan intimidatif atau manipulatif terhadap media.
Kasus ini menjadi sorotan di tengah upaya menjaga independensi jurnalisme di Indonesia. Praktik-praktik semacam ini dinilai dapat merusak integritas pers dan menghambat transparansi informasi bagi publik.
Sumber: Sorot Indonesia– [https://sorotindonesia.com/bsg-diduga-suap-wartawan-untuk-hapus-berita/](https://sorotindonesia.com/bsg-diduga-suap-wartawan-untuk-hapus-berita/))
Tidak ada komentar