Gubernur Akmil Apresiasi Gubernur Sulut Hidupkan Momentum Peristiwa Heroik Merah Putih

Admin Pusat
28 Feb 2026 14:08
NEWS 0 152
2 menit membaca

Magelang – Gubernur Akademi Militer (Akmil) Magelang Mayjen TNI Rano Tilaar menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus atas terobosan strategis dalam menggelorakan kembali momentum bersejarah Peristiwa Heroik Merah Putih 14 Februari 1946 di Manado.

banner 970x250

Apresiasi tersebut, menurut Rano, bukan semata terkait kinerja administratif sebagai kepala daerah. Ia menilai langkah mengangkat kembali peristiwa bersejarah itu merupakan upaya visioner dalam memperkuat identitas sejarah dan nasionalisme masyarakat Sulawesi Utara.

“Puji Tuhan, sejak kepemimpinan Gubernur Sulut Yulius Selvanus, peringatan Peristiwa Heroik Merah Putih 14 Februari 1946 dilaksanakan secara besar-besaran di Sulawesi Utara. Ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi sejarah yang sangat penting, khususnya bagi generasi muda,” ujar Rano dalam keterangannya, Sabtu (28/2/2026).

Ia menilai penyelenggaraan peringatan pada 14 Februari 2026 menjadi lompatan maju dalam penguatan identitas sejarah dan nasionalisme daerah. Menurutnya, momentum tersebut juga mempertegas fakta historis bahwa masyarakat Sulawesi Utara telah merespons dan mendukung penuh Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Rano menegaskan, peristiwa heroik di Manado menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan telah bergelora kuat di tanah Minahasa sejak awal kemerdekaan.

“Momentum ini menepis stigma lama yang seolah-olah menyudutkan orang Minahasa sebagai pihak yang pro terhadap kolonialisme Belanda. Peristiwa heroik yang telah diperingati selama 80 tahun ini adalah bukti autentik bahwa Minahasa bukan antek Belanda,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap peringatan Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946 tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi ruang edukasi sejarah yang mampu membangkitkan kesadaran nasionalisme generasi muda.

Menurutnya, nilai perjuangan dan patriotisme harus lebih dikedepankan dibanding sekadar kemeriahan perayaan Valentine’s Day yang jatuh pada tanggal yang sama.

Dengan semangat kebangsaan yang terus digelorakan, peringatan tersebut diharapkan menjadi simbol kebangkitan memori sejarah sekaligus peneguhan jati diri Sulawesi Utara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Hans)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250