Ekspedisi Patriot IPB Perkuat Petani Merauke Jadi Penangkar Benih Padi Berkualitas

Admin Pusat
4 Okt 2026 10:47
3 menit membaca

REDAKSIJAKARTA.COM | MERAUKE — Penguatan kapasitas petani menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kemandirian benih di Papua Selatan.

banner 970x250

Upaya tersebut dilakukan Tim 2 Ekspedisi Patriot IPB University 2026 melalui Sekolah Lapang Penangkaran Benih Padi varietas IPB 9G dan IPB 15S yang berlangsung di Kabupaten Merauke.

Kegiatan yang digelar pada 2–3 Oktober 2026 tersebut mempertemukan petani dengan para praktisi dan pemangku kepentingan bidang pertanian.

Rangkaian kegiatan berlangsung dalam dua bagian, yakni penyampaian materi di Balai Kampung Sermayam Indah, Distrik Tanah Miring, serta praktik penangkaran di lahan demplot milik mitra.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Sekolah lapang tidak hanya diarahkan untuk memberikan pemahaman mengenai produksi benih, tetapi juga mengenalkan proses sertifikasi serta teknik menjaga kemurnian varietas. Peserta kemudian diajak melihat secara langsung penerapan materi tersebut melalui praktik di lahan.

PBT Berprestasi Nasional 2025 Abbas Alibasyah, S.P. dari BPSB Jawa Barat menjadi salah satu narasumber utama bersama PBT Papua Selatan Daniel Moya, S.P.

Kegiatan juga melibatkan unsur Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Merauke, Balai Benih Utama, Penyuluh Pertanian Lapangan, serta dosen Fakultas Pertanian Universitas Musamus.

Dalam pemaparannya, Daniel Moya menjelaskan kondisi perbenihan di Papua Selatan beserta sejumlah tantangan yang masih dihadapi.

Salah satu persoalan yang disampaikan berkaitan dengan kelembagaan sertifikasi benih menyusul pemekaran wilayah Papua Selatan.

Hingga pelaksanaan kegiatan, BPSB di Papua Selatan disebut belum terbentuk. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala bagi penangkar lokal dalam proses sertifikasi benih yang mereka hasilkan.

Karena itu, penguatan kelembagaan dinilai memiliki peran penting dalam membangun sistem perbenihan daerah yang lebih mandiri.

Sementara itu, Abbas Alibasyah memberikan materi mengenai prosedur sertifikasi benih tanaman pangan sekaligus memperkenalkan karakteristik varietas IPB 9G dan IPB 15S.

Ia menekankan bahwa kegiatan penangkaran tidak berhenti pada produksi gabah, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap mutu dan kemurnian varietas.

Abbas juga mendorong petani untuk melihat penangkaran benih sebagai peluang pengembangan usaha pertanian.

Dengan menjadi penangkar, petani tidak hanya menghasilkan komoditas untuk konsumsi, tetapi dapat berperan dalam menyediakan sumber benih berkualitas bagi petani lainnya.

Aspek budidaya turut menjadi bagian dari pembelajaran. Peserta memperoleh penjelasan mengenai teknik pindah tanam dan pengelolaan tanaman sebagai salah satu pendekatan untuk mendukung produktivitas.

Materi tersebut memperlihatkan bahwa hasil produksi tidak hanya ditentukan oleh pilihan varietas, tetapi juga kualitas benih dan praktik budidaya sejak fase awal.

Setelah pembelajaran di dalam ruangan, peserta mengikuti praktik di lahan demplot. Pada tahap ini, Tim 2 Ekspedisi Patriot bersama petani mempraktikkan teknik roguing, yakni proses mengidentifikasi tanaman yang memiliki karakteristik berbeda dari varietas yang sedang dikembangkan untuk kemudian disingkirkan.

Praktik tersebut memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam mengenali karakter tanaman dan menjaga kemurnian varietas.

Petani juga dapat memahami bahwa pengawasan tanaman di lapangan menjadi bagian penting dalam menghasilkan benih yang memenuhi standar.

Tim 2 Ekspedisi Patriot IPB University 2026 berharap sekolah lapang tersebut dapat mendorong semakin banyak petani di Papua Selatan mengambil peran sebagai penangkar benih. Peningkatan jumlah penangkar lokal dinilai dapat memperluas ketersediaan benih bermutu di daerah.

Kemandirian perbenihan menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlanjutan produksi pertanian. Ketika petani memiliki kemampuan memproduksi dan mengelola benih secara baik, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah diharapkan dapat dikurangi.

Melalui kegiatan tersebut, Ekspedisi Patriot IPB University 2026 berupaya menghubungkan pengetahuan, praktik lapangan, dan penguatan kapasitas petani.

Langkah itu diharapkan menjadi bagian dari proses panjang membangun ekosistem perbenihan yang lebih kuat sekaligus mendukung ketahanan pangan di Papua Selatan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250