
MAGELANG – Ratusan Taruna dan Taruni Akademi Militer (Akmil) yang akan segera dilantik menjadi Perwira Remaja TNI Angkatan Darat mendapat pembekalan langsung dari Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus), Letjen TNI Djon Afriandi. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Moch. Lily Rochli, Akademi Militer, Magelang, Kamis (2/7/2026).

Pembekalan menjadi salah satu tahapan penting menjelang berakhirnya pendidikan para taruna sebelum mengikuti Upacara Prasetya Perwira (Praspa) Tahun 2026.
Gubernur Akademi Militer, Mayjen TNI Rano Tilaar, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Pangkopassus yang bersedia berbagi pengalaman dan wawasan kepada para calon perwira.
Menurutnya, pengalaman seorang pemimpin di lapangan merupakan bekal berharga bagi taruna yang dalam waktu dekat akan memasuki dunia penugasan.
@redaksi.jakarta
Sebanyak 514 Taruna dan Taruni Akmil Tingkat III/Sermatar Tahun Pendidikan 2025/2026 dijadwalkan menyelesaikan pendidikan pada pertengahan Juli 2026.
Setelah penutupan pendidikan di Markas Besar TNI, Cilangkap, mereka akan mengikuti Upacara Prasetya Perwira di Istana Merdeka yang direncanakan dipimpin Presiden Republik Indonesia.
Dalam pemaparannya, Letjen TNI Djon Afriandi mengisahkan perjalanan karier militernya sejak menjadi lulusan Akademi Militer hingga dipercaya memimpin Komando Pasukan Khusus.
Pengalaman dari berbagai penugasan operasi dan jabatan strategis dijadikan bahan pembelajaran bagi para calon perwira agar siap menghadapi dinamika tugas di masa mendatang.
Ia menekankan bahwa seorang perwira tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis kemiliteran, tetapi juga harus mampu menjadi pemimpin yang berkarakter, berintegritas, disiplin, dan mampu mengambil keputusan dalam berbagai situasi.
Selain membahas kepemimpinan, Pangkopassus juga memperkenalkan perjalanan sejarah Kopassus, tugas pokok satuan, serta nilai-nilai profesionalisme yang menjadi budaya kerja pasukan elite TNI Angkatan Darat tersebut.
Melalui pembekalan ini, para taruna diharapkan memiliki kesiapan mental, wawasan kepemimpinan, dan semangat pengabdian yang kuat ketika resmi menyandang pangkat perwira dan mengemban tugas menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Akademi Militer menilai kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter calon perwira yang tidak hanya unggul secara akademik dan fisik, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, loyalitas, serta dedikasi tinggi kepada bangsa dan negara.
Tidak ada komentar