
REDAKSIJAKARTA.COM | JAKARTA — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Front Indonesia Maju (FIM) mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama konten di media sosial yang berpotensi memicu perpecahan di tengah keberagaman masyarakat.

Koordinator Nasional Front Indonesia Maju, Salim Wehfany, mengatakan momentum kemerdekaan seharusnya menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, toleransi, serta semangat kebangsaan.
Menurutnya, keberagaman suku, agama, budaya dan daerah merupakan bagian penting dari identitas Indonesia yang perlu dijaga bersama. Karena itu, masyarakat diminta lebih kritis sebelum menerima maupun menyebarkan informasi di ruang digital.
“Jangan sampai hoaks dan provokasi di media sosial memecah persaudaraan yang telah dibangun para pendiri bangsa. Perbedaan suku, agama, budaya dan daerah adalah kekayaan Indonesia yang harus kita jaga bersama,” ujar Salim.
@redaksi.jakarta
Ia mengimbau masyarakat melakukan verifikasi terhadap informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk mencegah penyebaran kabar bohong, fitnah, ujaran kebencian maupun narasi yang dapat mempertentangkan satu kelompok dengan kelompok lainnya.
Salim menilai perkembangan media sosial membuat informasi dapat menyebar dengan sangat cepat. Kondisi tersebut, kata dia, harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat dalam memilah informasi agar ruang digital tidak menjadi tempat berkembangnya provokasi.
“Indonesia berdiri karena persatuan. Jangan biarkan informasi yang tidak benar merusak hubungan antarsaudara. Mari kita rayakan HUT RI dengan menjaga kerukunan, menghormati perbedaan dan memperkuat persatuan,” tegasnya.
FIM juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan HUT ke-81 RI sebagai momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut Salim, semangat Bhinneka Tunggal Ika perlu terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui sikap saling menghormati dan tidak mudah menaruh prasangka terhadap kelompok lain.
“Berbeda suku bukan alasan untuk terpecah. Berbeda budaya bukan alasan untuk bermusuhan. Kita semua adalah Indonesia,” pungkas Salim.
Tidak ada komentar