Tuti Budirahayu Sosiolog Universitas Airlangga (UNAIR)Redaksi Jakarta – Tuti Budirahayu Sosiolog Universitas Airlangga (UNAIR) mengatakan, faktor pendapatan salah penyebab migrasi WNI menjadi WN Singapura. Dalam catatan Ditjen Imigrasi Kemenkumham RI, sepanjang tahun 2022 terdapat 1.091 WNI hijrah menjadi WN Singapura.

Tuti menilai, hal tersebut sebagai fenomena migrasi yang lumrah terjadi di berbagai negara. Karena di dalamnya, terdapat faktor penarik dan pendorong seseorang melakukan pindah kewarganegaraan.
“Ini seperti fenomena migrasi, ya. Dalam migrasi itu kan ada pull factor dan push factor, ada faktor penarik dan pendorong,” kata Tuti yang dikutip Redaksi Jakarta dari laman UNAIR, Minggu (16/7/2023).
Tuti menegaskan, biasanya fenomena pindah kewarganegaraan terjadi karena adanya kesempatan bekerja dan berkarier. Serta, menjalani kehidupan yang lebih baik menjadi faktor pendorong berpindahnya para WNI.
@redaksi.jakarta
“Kalau faktor pendorongnya, saya pikir adanya kesempatan bekerja, berkarier, dan berkehidupan lebih baik. dari pada di daerah asal itu sangat mendorong untuk berpindah, ya,” ucap Tuti.
Kemudian, Tuti menegaskan, fenomena WNI menjadi WNA ini menimbulkan dampak positif bagi Indonesia. “Kalau orang Indonesia banyak bermigrasi ke negara lain yang lebih maju, secara tidak langsung mengangkat nama baik Indonesia,” ujar Tuti.
Akan tetapi, Dosen Fisip UNAIR itu tidak menampik adanya kemungkinan dampak negatif yang timbul. “Sisi negatifnya, banyak orang bermigrasi tapi tidak memberikan dampak, artinya mereka tidak membawa daerah asalnya itu lebih maju,” kata Tuti.
Tidak ada komentar