Foto/IstREDAKSI JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aliansi Mahasiswa Muslim Maluku (Al-Mulk) memberikan apresiasi besar kepada Polri atas tindak cepatnya dalam menangkap Ratu Entok, pelaku yang melakukan penistaan agama dengan mengolok-olok gambar Yesus Kristus di media sosial. Aksi ini sebelumnya membuat geram netizen dan menyulut reaksi keras dari masyarakat luas.

Ketua Umum DPP Al-Mulk, Fauzan Ohorella, menyatakan bahwa tindakan intoleransi semacam ini harus segera ditindak tegas oleh pihak berwenang. Menurutnya, sikap intoleran bertentangan dengan nilai-nilai agama dan kemanusiaan yang seharusnya menjadi landasan hidup bersama di Indonesia.
“Intoleransi semacam ini tidak bisa dibiarkan tumbuh subur di Indonesia. Agama adalah soal keyakinan pribadi, dan jika seseorang menolak atau mengolok agama lain, artinya keyakinannya sendiri perlu dipertanyakan,” ujar Fauzan.
Fauzan juga menilai bahwa Polri telah menunjukkan perannya sebagai institusi negara yang hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Penangkapan Ratu Entok dianggap sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi hak-hak semua warga negara, terlepas dari latar belakang agama, suku, atau ras.
@redaksi.jakarta
“Kami sangat mengapresiasi langkah Polri yang dengan sigap menangkap pelaku intoleransi ini. Ini adalah bukti bahwa negara hadir untuk melindungi setiap rakyatnya, tanpa kecuali,” tegasnya.
Aktivis asal Maluku ini juga mengingatkan betapa berbahayanya isu intoleransi jika dibiarkan. Dia mengungkapkan bahwa sejarah konflik agama, seperti yang terjadi di Ambon dua dekade lalu, menjadi pelajaran penting tentang pentingnya menjaga kerukunan dan keharmonisan di antara sesama.
“Intoleransi adalah persoalan yang sangat sensitif. Jika tidak ditangani dengan serius, hal ini bisa memicu konflik horizontal dan perpecahan, seperti yang pernah terjadi di Ambon. Kita harus belajar dari sejarah,” jelas Fauzan.
Menutup pernyataannya, Fauzan menyerukan agar seluruh elemen masyarakat terus mendukung Polri dan pemerintah dalam menegakkan hukum terhadap para pelaku intoleransi dan penistaan agama. Menurutnya, NKRI adalah simbol moderasi dan keberagaman yang harus dijaga dengan baik.
“Sebagai bangsa yang majemuk, kita harus mendukung upaya Polri dalam menjaga kerukunan dan menindak setiap oknum yang mencoba merusak keharmonisan bangsa. Indonesia adalah contoh nyata kebhinekaan yang patut kita banggakan dan jaga,” tutup Fauzan.
Dengan adanya tindakan tegas dari Polri, DPP Al-Mulk berharap agar aksi-aksi intoleransi dapat ditekan dan persatuan bangsa Indonesia tetap kokoh di tengah keberagaman.
Tidak ada komentar