Jakarta, – Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI) mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam kejahatan judi online, tanpa terkecuali. Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara DPP PSI, Wiryawan, dalam keterangan tertulis pada Jumat (29/11/2024).

“Siapa pun yang terlibat dalam praktik judi online harus diberikan hukuman berat. Tidak peduli apakah dia kerabat ketua umum partai politik atau bahkan mantan presiden. Judi online telah menjadi ancaman serius bagi moralitas dan masa depan bangsa,” ujar Wiryawan.
PSI menegaskan pentingnya membongkar jaringan kejahatan ini secara menyeluruh. Menurut Wiryawan, momentum ini harus dimanfaatkan oleh aparat kepolisian untuk membasmi praktik judi online yang merusak kehidupan masyarakat.
“Jangan ada lagi toleransi. Sikat sampai ke akar-akarnya, termasuk orang-orang yang berada di belakang layar dan memberikan perlindungan kepada pelaku. Hukum harus ditegakkan dengan adil dan transparan,” tegasnya.
@redaksi.jakarta
Pernyataan ini menyusul penangkapan Alwin Jabarti Kiemas oleh pihak kepolisian baru-baru ini. Alwin diduga berperan dalam memfilter dan memverifikasi situs judi online agar tetap aktif dan tidak terblokir. Kasus ini menjadi sorotan publik karena diduga melibatkan nama-nama besar dari kalangan politik.
PSI menilai bahwa langkah ini merupakan ujian bagi komitmen negara dalam memberantas judi online yang semakin meluas. “Aparat penegak hukum harus memastikan bahwa kejahatan ini tidak terus berulang dan memberikan efek jera kepada pelakunya,” tambah Wiryawan.
Untuk informasi lebih lanjut, Juru Bicara DPP PSI, Wiryawan, dapat dihubungi melalui nomor kontak: 0858-8040-1494.
Tidak ada komentar