
Jakarta, 2 Agustus 2025 – Kelompok Anti Corruption Student Association menggelar aksi diam di depan kantor pusat Telkomsel, Jakarta, Jumat siang (1/8). Mereka berdiri dalam keheningan sambil membentangkan spanduk bertuliskan: “Telkomsel mempertahankan saham GoTo, ada apa?”

Aksi sunyi tanpa orasi itu jadi sorotan karena menyindir sikap manajemen Telkomsel yang dinilai diam seribu bahasa meski nilai investasinya di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terus merosot. Mahasiswa juga membakar ban bekas sebagai simbol kekecewaan terhadap Dirut Telkomsel, Nugroho, yang dianggap tak bertindak apa pun di tengah kerugian tersebut.
Keputusan Telkomsel untuk tetap menggenggam saham GOTO dinilai janggal. Investasi itu dikritik sejak awal karena dilakukan sebelum GOTO melantai di bursa (IPO), dan kini makin disorot setelah muncul dugaan persoalan hukum dan akuntabilitas di tubuh GOTO.
“Kami menuntut transparansi. Mengapa dana BUMN dipertaruhkan di saham perusahaan yang sedang bermasalah?” ujar M. Shidqi, koordinator aksi.
@redaksi.jakarta
Telkomsel sebelumnya menyebut investasi ini adalah bagian dari strategi jangka panjang dan menyatakan tetap optimistis terhadap fundamental GOTO. Namun publik belum mendapat penjelasan mendalam soal transparansi dana dan evaluasi risikonya.
Aksi diam ini disebut baru awal. Mahasiswa berencana melanjutkannya lewat kampanye publik dan petisi ke DPR dan Kementerian BUMN.
“Telkomsel harus ingat, uang mereka bukan cuma milik korporasi—tapi milik rakyat,” tegas Shidqi.
Tidak ada komentar