Pemuda Muslimin Indonesia Kota Jakarta Pusat Ajak Pemerintah Hadirkan Solusi Nyata Atasi Pinjol dan Judol

Redaksi Eksekutif
14 Okt 2025 09:29
DAERAH 0 398
3 menit membaca

Jakarta, – Fenomena pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) masih menjadi masalah serius di tengah masyarakat. Meningkatnya kasus pinjol dan judol bukan hanya mencerminkan lemahnya pengawasan digital, tetapi juga menunjukkan adanya kegentingan sosial-ekonomi, 14 Oktober 2025.

banner 970x250

Banyak masyarakat yang terdesak kebutuhan hidup, dan akhirnya terjerumus ke pinjol dengan bunga mencekik serta penagihan yang terkadang tidak manusiawi.

Di sisi lain, Judi Online telah merampas banyak harapan dan masa depan. Dengan dalih hiburan, praktik ini menjerat korban melalui ilusi kemenangan dan keuntungan instan.

Tak sedikit yang kehilangan pekerjaan, keharmonisan keluarga, hingga jatuh ke tindak kriminal akibat kecanduan berjudi di dunia maya.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Pinjol dan Judol sejatinya dua sisi dari koin yang sama karena keduanya menawarkan kemudahan semu, tetapi berujung pada penderitaan nyata. Dalam ajaran Islam, umat diingatkan untuk tidak meninggal dunia dalam keadaan masih memiliki utang.

Selain itu, Islam juga secara tegas mengharamkan praktik perjudian, dengan landasan yang kuat dari Al-Qur’an, hadis Nabi, serta pandangan para sahabat dan ulama.

Menyikapi hal tersebut, Pemuda Muslimin Indonesia Kota Jakarta Pusat menyerukan pentingnya perbaikan ekonomi masyarakat sebagai solusi jangka panjang.

Amirullah Hijrian, Ketua Umum Pemuda Muslimin Indonesia Kota Jakarta Pusat menjelaskan bahwa meningkatnya kasus pinjol dan judol tidak terlepas dari kondisi ekonomi masyarakat yang semakin tertekan.

“Banyak orang mencari jalan cepat untuk keluar dari kesulitan ekonomi, tetapi justru terjebak lebih dalam. Ini menunjukkan bahwa literasi keuangan masyarakat kita perlu diperkuat,” tuturnya kepada wartawan di Gambir, Jakarta Pusat.

Pemuda Muslimin Indonesia Kota Jakarta Pusat menilai, penindakan hukum saja tidak cukup. Pemerintah pusat dan Forkopimda perlu hadir dengan solusi ekonomi yang nyata dan berkeadilan.

Masalah judi bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga krisis pengetahuan dan kesejahteraan. Menutup situs judi memang penting, namun yang lebih utama adalah memperbaiki ekonomi rakyat dan menanamkan kesadaran sejak dini.

“Kami kepingin negara lebih fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, memperluas lapangan kerja nyata, serta memberikan pendidikan keuangan agar masyarakat tidak mudah tergoda oleh solusi semu,” tuturnya.

Pemuda Muslimin Indonesia Kota Jakarta Pusat membuka diri untuk berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan generasi emas Indonesia dengan membentuk satgas SD (sadar diri).

“Kami ingin anak muda menjadi pelopor perubahan Indonesia maju bukan korban jebakan dunia digital,” tutup Amirullah Hijrian Ketua Umum Pemuda Muslimin Indonesia Kota Jakarta Pusat.

Dengan semangat keislaman dan kepedulian sosial, Pemuda Muslimin Indonesia Kota Jakarta Pusat menyerukan langkah konkret pemerintah dalam memberantas pinjaman online dan judi online, serta memperkuat literasi digital dan kesejahteraan ekonomi masyarakat, “Masyarakat Butuh Edukasi dan Solusi Nyata, Bukan Janji!”.(Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250