
REDAKSI JAKARTA — Menjelang akhir tahun, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dinilai perlu melakukan refleksi menyeluruh terhadap kinerja, tantangan, serta harapan ke depan.

Hal itu disampaikan Komjen Pol Dr Chryshnanda Dwilaksana, M.Si dalam wawancara yang menekankan pentingnya catatan akhir tahun sebagai pijakan membangun masa depan kepolisian yang lebih baik.
Menurut Chryshnanda, catatan akhir tahun tidak cukup hanya memuat capaian dan keberhasilan, tetapi juga harus mencatat berbagai persoalan yang belum terselesaikan.
Evaluasi tersebut menjadi sarana pembelajaran agar kesalahan tidak terulang sekaligus sebagai dasar menghadapi tuntutan dan dinamika masyarakat ke depan.
@redaksi.jakarta
“Polisi harus siap menghadapi perubahan zaman. Bukan hanya melihat masa lalu, tetapi juga kesiapan hari ini dan menyiapkan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, refleksi akhir tahun berkaitan erat dengan penerapan konsep Smart Policing sebagai model pemolisian di era digital, kenormalan baru, dan situasi ketidakpastian.
Konsep ini mengharmoniskan conventional policing, electronic policing, dan forensic policing secara seimbang dalam seluruh spektrum pelayanan kepolisian.
Pendekatan tersebut mencakup pelayanan keamanan, keselamatan, hukum, administrasi, informasi, hingga kemanusiaan.
Polisi juga dituntut responsif terhadap konflik sosial, problem solving, serta kegelisahan publik melalui inovasi yang berkelanjutan.
“Polisi bukan hanya penegak hukum, tetapi penjaga kehidupan, pembangun peradaban, dan pejuang kemanusiaan,” tegasnya.
Dalam penegakan hukum, Chryshnanda menekankan penyelesaian konflik secara beradab dengan orientasi pencegahan, peningkatan kualitas pelayanan, dan dampak terhadap pembangunan.
Hal ini juga berlaku di bidang lalu lintas, melalui upaya meningkatkan keselamatan jalan, menurunkan fatalitas kecelakaan, dan membangun budaya tertib berlalu lintas.
Ia menambahkan, pelayanan prima harus memenuhi prinsip cepat, tepat, akurat, transparan, akuntabel, informatif, dan mudah diakses.
Peran lembaga pendidikan kepolisian pun dinilai strategis dalam mentransformasi ilmu kepolisian sekaligus memperkuat moralitas dan literasi anggota.
Chryshnanda menegaskan seluruh perilaku positif maupun negatif institusi kepolisian perlu dicatat dan disampaikan secara transparan kepada publik sebagai bahan refleksi bersama.
“Kepercayaan publik adalah kunci utama. Polisi harus semakin mau mendengarkan masyarakat dan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik,” katanya.
Di akhir pernyataannya, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk mencintai, menjaga, dan merawat NKRI, serta menekankan pentingnya literasi dalam membangun masyarakat yang beradab. (Hans Montolalu)
Tidak ada komentar