Affandi Affan. REDAKSIJAKARTA.COM — Tanwir II Pemuda Muhammadiyah yang digelar di Bali pada 21–23 Mei 2026 menjadi momentum penting konsolidasi kader nasional menjelang Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah. Mengusung tema “Bertumbuh dan Mengakar untuk Indonesia Jaya”, forum ini dihadiri pimpinan wilayah Pemuda Muhammadiyah se-Indonesia dan menjadi ruang penguatan arah gerakan kader menghadapi tantangan bangsa ke depan.

Dalam momentum tersebut, Adv. Affandi Affan, SH, MH, CTA memperkenalkan gagasan Gerakan Konsolidasi Nasional: Kolaborasi Mencerahkan dalam Semangat Wasathiyah sebagai arah penguatan peran Pemuda Muhammadiyah dalam kehidupan kebangsaan.
@redaksi.jakarta
Menurut Affandi, Pemuda Muhammadiyah harus mampu menjadi kekuatan pemersatu yang mendukung stabilitas nasional, memperkuat persatuan, serta berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
“Pemuda Muhammadiyah memiliki modal kader, jaringan, dan tradisi intelektual yang kuat untuk mengambil peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional,” ujar Affandi.
Affandi Affan juga menekankan pentingnya penguatan konsolidasi kader nasional, revitalisasi KOKAM, serta perluasan akses kader di berbagai sektor strategis seperti hukum, birokrasi, ekonomi, dan kebijakan publik.
Affandi Affan, SH, MH, CTA dikenal sebagai praktisi hukum nasional yang pernah menangani berbagai perkara strategis serta saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Hukum AJB Bumiputera 1912 dan Tenaga Ahli Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia.
Di hadapan peserta Tanwir, Affandi menegaskan bahwa masa depan Pemuda Muhammadiyah harus diarahkan sebagai organisasi kader yang aktif mengambil peran dalam menjaga stabilitas, memperkuat harmoni sosial, dan mendukung kemajuan Indonesia ke depan.
Tidak ada komentar