(Foto: Josephine Simanjuntak, Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI)Redaksijakarta.com – Polemik Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta Utara, masih berlarut tanpa kejelasan penyelesaian. Hingga awal Februari 2026, warga yang tinggal di sekitar fasilitas tersebut kembali mengeluhkan bau busuk yang diduga berasal dari operasional RDF.

Kondisi ini mendapat sorotan dari Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, Josephine Simanjuntak. Ia mempertanyakan klaim perbaikan yang sebelumnya disampaikan pihak pengelola RDF Plant Rorotan.
“Faktanya, warga di sekitar RDF masih mengeluhkan bau sampah. Banyak warga yang rentan secara kesehatan menjadi terancam karena kondisi ini,” kata Josephine, Selasa (4/2/2026).
Josephine mengaku heran dengan perbaikan yang disebut-sebut telah dilakukan. Menurutnya, klaim tersebut tidak sejalan dengan kondisi di lapangan.
@redaksi.jakarta
“Ini membuat saya bertanya-tanya, perbaikan seperti apa yang sudah dilakukan? Apa hasilnya? Apakah benar-benar memperbaiki operasional RDF? Jangan-jangan perbaikannya cuma gimmick selama ini,” ujarnya.
Ia menyebut, dampak bau tak sedap tersebut tidak hanya dirasakan warga di sekitar lokasi RDF Rorotan, tetapi juga menjalar ke sejumlah kawasan pemukiman lain, seperti Jakarta Garden City di Jakarta Timur dan Harapan Indah di Bekasi.
Josephine juga menyinggung penggunaan anggaran dalam proses perbaikan fasilitas tersebut. Ia menegaskan, dana yang digunakan berasal dari pajak masyarakat dan harus dipertanggungjawabkan secara nyata.
“Ini berkaitan langsung dengan anggaran. Perbaikan tentu menelan biaya besar dan itu uang pajak masyarakat. Sangat disayangkan jika pengeluaran sudah besar, tetapi kondisi di lapangan tidak juga membaik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Josephine menilai komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk menanggung biaya pengobatan warga yang terdampak bau RDF akan sia-sia jika tidak dibarengi perbaikan yang konkret dan berkelanjutan.
“Percuma Pemprov DKI menanggung biaya pengobatan warga kalau akar masalahnya tidak diselesaikan. Apa gunanya warga diobati sekarang, tapi ke depannya kembali terdampak,” ucapnya.
Ia pun meminta Pemprov DKI Jakarta, pihak pengelola RDF Plant Rorotan, serta kontraktor pembangunan fasilitas tersebut untuk bertanggung jawab penuh.
“Semua pihak yang terlibat harus bertanggung jawab. Jangan sampai masyarakat terus menderita dan jatuh korban. Masalah ini sudah terlalu lama dan kesabaran warga hampir habis,” pungkas Josephine. (Hans)
Tidak ada komentar