Polri Perkuat Riset Kepolisian, Unsoed Resmikan Pusat Studi Baru

Admin Pusat
5 Mar 2026 22:10
INDONESIA 0 242
3 menit membaca

Purwokerto – Polda Jawa Tengah bersama Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) meresmikan Pusat Studi Kepolisian di kampus Unsoed, Purwokerto. Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Polda Jateng dan Unsoed pada Kamis (5/3/2026).

banner 970x250

Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr., IPU., ASEAN Eng. menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara dunia akademik dan kepolisian. Menurutnya, pusat studi tersebut diharapkan menjadi ruang sinergi antara kepakaran akademik dengan tugas-tugas kepolisian di tengah masyarakat.

“Pusat Studi Kepolisian ini kami harapkan menjadi wadah sinergi antara kepakaran akademik dan tugas-tugas kepolisian dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat,” ujar Akhmad dalam keterangan tertulis.

Sebagai tindak lanjut kerja sama, Unsoed juga mendedikasikan sejumlah guru besar untuk mendukung tugas kepolisian, khususnya Bhabinkamtibmas di lapangan. Di antaranya Prof Farid yang merupakan ahli pemuliaan tanaman untuk membantu konsultasi persoalan pertanian dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Selain itu, Prof Norman yang merupakan ahli perikanan akan mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat di sektor perikanan dan wilayah pesisir. Sementara itu, Prof Kuat yang merupakan ahli hukum sekaligus Wakil Rektor Bidang SDM serta Hantoko, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dari FISIP, akan berkontribusi dalam pengembangan kebijakan strategis serta penguatan sumber daya manusia berbasis riset hukum dan sosial.

Dengan ekosistem akademik yang menaungi 12 fakultas dan sekitar 35 ribu mahasiswa, Unsoed dinilai menjadi mitra strategis bagi kepolisian dalam memperkuat sinergi antara riset akademik dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat.

Peresmian pusat studi ini juga merupakan bagian dari langkah Polri memperkuat pemolisian berbasis riset atau evidence-based policing. Polri menargetkan pembentukan 74 Pusat Studi Kepolisian di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Pada tahap awal, pusat studi tersebut diluncurkan di empat kampus, yakni Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA), dan Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Selain itu, pada hari yang sama juga dilakukan penandatanganan kerja sama di Biro SDM Polda Metro Jaya dengan empat perguruan tinggi mitra, yaitu Universitas Bhayangkara, Universitas Krisnadwipayana, Universitas Syarif Hidayatullah, dan Universitas Borobudur.

Acara peresmian di Unsoed turut disaksikan Komjen Pol (Purn) Prof Dr Chrysnanda Dwilaksana. Hadir pula sejumlah pejabat Polri lainnya seperti Irjen Pol Dr Susilo Teguh Raharjo, Irjen Pol Dr Barito Mulyo Ratmono, Kombes Pol Eko Widianto, serta jajaran kewilayahan termasuk Kapolresta Banyumas dan Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jateng.

Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komjen Pol Dedi Prasetyo mengapresiasi keterlibatan perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu kepolisian di Indonesia.

“Atas nama Kepolisian Negara Republik Indonesia, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para rektor dan seluruh civitas academica atas komitmen dalam mewujudkan Pusat Studi Kepolisian ini,” kata Dedi.

Menurutnya, ilmu kepolisian kini berkembang menjadi disiplin ilmu antarbidang yang penting untuk menjawab dinamika sosial serta perubahan pola pemolisian di masyarakat.

“IImu kepolisian kini telah berkembang menjadi disiplin ilmu antarbidang yang esensial. Ilmu ini menjadi fondasi teoretis dalam menanggapi dinamika sosial serta transformasi pola pemolisian di masyarakat,” ujarnya.

Polri juga terus memperkuat ekosistem keilmuan melalui Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) yang telah memiliki sejumlah pusat studi strategis, mulai dari Polmas, anti korupsi, terorisme, hingga keamanan siber.

PTIK juga dijadwalkan meluncurkan tujuh pusat studi baru pada 10 Maret 2026, di antaranya Pusat Studi Teknologi Kepolisian, Forensik Kepolisian, Keamanan Nasional, hingga Pusat Studi Intelijen Kepolisian.

Melalui sinergi antara kepolisian dan perguruan tinggi, Polri berharap pengembangan ilmu kepolisian berbasis riset dapat melahirkan strategi keamanan yang lebih adaptif dan humanis sekaligus mendukung program pembangunan nasional, termasuk ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat. (Hans).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250