Diklat Laskar Gerindra Sumut di Sibolangit, Bonauli Rajagukguk Tekankan Kaderisasi dan Pengabdian

Admin Pusat
4 Okt 2026 16:24
INDONESIA 0 189
2 menit membaca

SIMALUNGUN – Pendidikan dan Latihan (Diklat) Laskar Partai Gerindra Sumatera Utara digelar di Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, pada 2–4 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Utara sebagai bagian dari konsolidasi dan penguatan kapasitas kader.

banner 970x250

Selain anggota Laskar Gerindra, kegiatan tersebut turut diikuti sejumlah anggota DPRD dari berbagai daerah. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai kedisiplinan, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, ideologi organisasi, serta tantangan komunikasi di era digital.

Ketua Panitia Diklat, Ihwan Ritonga, sebelumnya melaporkan bahwa kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 peserta. Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dalam pembukaan kegiatan mengingatkan agar diklat tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan menjadi ruang pembentukan karakter, integritas, kedisiplinan, dan semangat pengabdian.

Pesan serupa disampaikan Bonauli Rajagukguk, S.H., yang menjabat Ketua Karang Taruna Provinsi Sumatera Utara sekaligus Wakil Ketua DPRD Kabupaten Simalungun. Ia menegaskan, keberhasilan kaderisasi tidak cukup diukur dari keikutsertaan peserta dalam pelatihan, tetapi dari kemampuan mereka menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh saat kembali ke tengah masyarakat.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

“Diklat ini jangan berhenti sebagai kegiatan seremonial. Yang paling penting adalah bagaimana pengetahuan, kedisiplinan, dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat diimplementasikan ketika kembali ke tengah masyarakat,” kata Bonauli.

Menurutnya, kader harus memahami tanggung jawab organisasi sekaligus memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial di daerah masing-masing. Karena itu, kedisiplinan dan kemampuan membangun komunikasi perlu diiringi dengan kepedulian serta tindakan nyata.

“Kader harus hadir, mendengar, dan memahami persoalan masyarakat. Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah proses kaderisasi adalah kerja nyata setelah kembali ke daerah,” ujarnya.

Bonauli berharap pembekalan tersebut dapat memperkuat soliditas organisasi sekaligus mendorong kader berkontribusi lebih luas bagi masyarakat. Ia menilai, kader yang baik bukan hanya memahami organisasi, tetapi juga mampu bekerja sama, menjaga tanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

“Kita ingin kader yang bukan hanya memahami organisasi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masyarakat, mampu bekerja sama, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan,” tuturnya.

Selain penguatan organisasi dan kepemimpinan, materi komunikasi digital turut menjadi bagian dari rangkaian diklat. Peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya serta menghadapi hoaks, misinformasi, dan disinformasi.

Melalui kegiatan ini, Diklat Laskar Gerindra Sumut diharapkan tidak hanya memperkuat konsolidasi kader di tingkat provinsi, tetapi juga mendorong lahirnya kader yang disiplin, responsif terhadap persoalan masyarakat, dan mampu menerjemahkan hasil pelatihan menjadi pengabdian nyata di daerah masing-masing.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250