Waspada Transformasi Kelompok Radikalisme, Fauzan Ohorella : Segera Petakan Pendakwah Yang Terpapar

Redaksi Jakarta
3 Mar 2022 16:59
MAHASISWA 0 163
2 menit membaca

Jakarta – Pernyataan Presiden RI Ir. Joko Widodo perlu ditindak lanjut dan di laksanakan oleh petinggi TNI dan Polri. Beliau mengatakan, bahwa kebebasan berekspresi TNI-Polri telah menjadi pintu masuknya paham radikalisme dengan mengundang Penceramah Radikal. Hal itu disampaikan Presiden Jokowi di acara Rapim TNI-Polri (1/3).

banner 970x250

“Menurut saya tuh gak bisa, ibu-ibu itu memanggil ibu-ibu lain mengundang penceramah semaunya, atas nama demokrasi. Di Tentara-Polisi gak bisa seperti itu. Hal ini harus di koordinir oleh kesatuan (Mikro), tau-tau undang penceramah radikal.” Presiden RI Ir. Joko Widodo

Menanggapi hal tersebut, Pimpinan Pusat Aliansi Mahasiswa Muslim Maluku Indonesia, Fauzan Ohorella menganggap bahwa pernyataan dari Presiden Jokowi harus segera di tindak lanjut oleh para petinggi TNI-Polri. Sebab menurut dia, Presiden Jokowi pasti sudah mendapat informasi yang valid tentang isu tersebut. Sehingga pada momentum Rapim itu adalah kesempatan untuk menyampaikan hal ini.

“Kami setuju dan dukung penuh pernyataan dari bapak Presiden. Kelompok radikal ini sudah bertransformasi dan saat ini mereka tidak menarget masyarakat atau pemuda awam, tetapi mereka ingin menyasar perangkat vital negara seperti TNI-Polri.” Ujar Fauzan Ohorella

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Menurut dia, kita semua harus flashback ke persoalan khilafah kemarin. materi Doktrinasi tentang Negara Islam atau khilafah state inilah yang masih mendorong kelompok radikalisme itu terus bergrilya, tidak boleh dianggap sebagai soal yang sederhana.

“Doktrin itu masih melekat, apalagi pasca di bubarkannya organisasi terlarang HTI dan FPI yang membuat para kelompok radikal ini membentuk sel-sel baru mereka dengan kata kunci Lawan Islamphobia.” Ungkap dia

Kelompok radikal ini bukan hanya menguasai ilmu doktrinasi saja, namun mereka juga memiliki kemampuan dalam menggunakan kecanggihan teknologi. Fenomena tersebut dibuktikan  dengan melalui propaganda media sosial, saling terkoneksi dari luar maupun kedalam jaringa kelompok radikal di dunia.

Dalam penutupnya, Fauzan juga mengatakan. Kalau transformasi kelompok radikal jelas terlihat dari job description atau bagi tugas masing-masing, ada yang melakukan gerakan mobilisasi massa, gerakan digital, dan juga melalui dakwah-dakwah yang di dalam materinya selalu mereka sisipkan paham-paham radikal. 

“Jadi harus segera di petekan para pendakwah yang telah terpapar paham radikal ini. Jangan sampai mereka memanfaatkan situasi kesulitan masyarakat untuk membangun perlawanan terhadap negara. Patut di ingat, bahwa niat kelompok radikal ini adalah mendirikan negara islam atau khilafah state.” Tutup Fauzan Ohorella, Ketua Umum Aliansi Mahasiswa Muslim Maluku. (red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250