Tim futsal Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengawali langkah mereka di Pekan Olahraga Nasional (Pornas) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) XVII Tahun 2025 dengan hasil cemerlang. (foto:Herry/kemenpora.go.id)RedaksiJakarta.com, Palembang – Tim futsal Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengawali penampilan mereka di ajang Pekan Olahraga Nasional (Pornas) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) XVII Tahun 2025 dengan hasil menggembirakan.

Bermain di GOR Ranau, Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Minggu (5/10), tim futsal Kemenpora berhasil meraih kemenangan tipis 2–1 atas Papua Barat dalam laga penyisihan yang berlangsung sengit dan sarat tensi.
Sejak pertandingan dimulai, kedua tim langsung tampil dengan intensitas tinggi. Kemenpora mengambil inisiatif serangan melalui permainan cepat dan tekanan ketat, yang beberapa kali memaksa lini belakang Papua Barat bekerja ekstra keras.
Gol pembuka akhirnya tercipta pada awal babak kedua. Kemenpora sukses memecah kebuntuan dan unggul 1–0, sebelum kemudian menambah keunggulan menjadi 2–0 tidak lama berselang. Papua Barat mencoba bangkit dan berhasil memperkecil selisih skor menjadi 2–1 pada sisa waktu pertandingan.
@redaksi.jakarta
Pada menit-menit akhir, tekanan dari Papua Barat semakin meningkat. Namun, tim Kemenpora tetap mampu menjaga fokus dan soliditas permainan hingga pertandingan berakhir, memastikan kemenangan tetap menjadi milik Kemenpora. Hasil positif ini disambut antusias oleh seluruh pemain dan jajaran ofisial tim.
Pelatih tim futsal Kemenpora, Andri Paranoan, menilai laga perdana selalu menghadirkan tantangan tersendiri, namun kemenangan tersebut menjadi suntikan motivasi bagi tim.
“Pertandingan pertama memang berat. Tapi kemenangan ini justru membuat semangat kami makin terpacu. Tantangan yang ada pasti membuat kita makin termotivasi,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan para pendukung yang hadir langsung di arena pertandingan.
“Dukungan cukup banyak, sehingga membuat kami semangat dan termotivasi untuk menang,” pungkas Andri.
Tidak ada komentar