Di usia yang ke-78 Tahun PB HMI Mengalami Kekosongan Ideologi Gerakan yang Membingungkan Dibawah Kepemimpinan Bagas Kurniyawan

Noname
14 Feb 2025 22:45
OPINI 0 915
4 menit membaca

 

banner 970x250

Oleh: Kader HMI se-Jakarta

REDAKSI JAKARTA – Sudah seharus kita kembali merenung dan lebih banyak bertanya pada diri kita sendiri sebagai kader HMI tentang identitas perjuangan yang sesungguhnya. semakin ke sini kita semakin kehilangan daya kiritis dalam berorganisasi dimana kita semua bisa melihat dengan secara kasat mata bahwa ada bentuk kekosongan Ideologi gerakan yang sangat membingungkan dalam strural PB HMI saat ini.

Dari zaman ke zaman PB HMI selalu mempunyai nilai tawar yang menjadi solusi atas ketimpangan sosial yang di alami oleh masyarakat, namun di masa periodesasi yang sekrang PB HMI mengalami degradasi yang sangat serius dan seakan akan menutup mata dengan semua hal yang terjadi.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Sacara sadar kita perlu membangun nalar kritis kita dalam menghadapi tantangan zaman bukan sekedar menjalani rutinitas organisi yang sifat hanya sebagai formalitas dalam mempertahankan status dan jabatan masing masing kader di tingkat struktural PB-HMI.

Fotum Guntur (Gerakan Untuk Rakyat ) yang selalu di agung agungkan dalam menghidupkan budaya berdiskusi dan membangun nalar kritis di PB HMI hanya sebagai ajeng berjumpa muka dan pikiran dalam meprtontokan perdepatan panjang atar sesama pengurus PB HMI yang sifatnya hanya menghabiskan waktu tampa ada aksi nyata dalam mengevaluasi kebijakan pemerintah yang tidak pro terhadap masyarakat.

Apakah Ada bentuk ketakutan yang senagaja di ciptakan untuk melakukan pembungkamanan yang ada di PB-HMI?

Ber PB-HMI bukan hanya soal menjaga marwah indvidu yang berlindung di balik jabatan dalam tumpukan kekuasaan yang ada dalam struktural organisasi. Ber PB HMI bukan hanya sekedar berdiskusi tampa ada eksekusi nyata. Ber PB HMI adalah tentang pengabdian nyata dan bermanfaat untuk masyarakat.

PB HMI di bawah kepemimpinan Bagas kurniayawan tidak ada bedanya dengan pemimpin yang bermental penjilat dalam tubuh organisasi HMI yang selalu memperlihatkan sikap yang tidak tulus dalam menjalankan tugasnya selayaknya sebagai pemimpin di HMI.

Bagas Kurniyawan lebih cenderung mencari keuntungan pribadi atau memperjuangkan kepentingan kelompok tertentu dengan cara yang manipulatif. Alih-alih mengutamakan kepentingan bersama dalam struktural PB HMI atau kesejahteraan orang banyak, iya malah lebih fokus untuk menyenangkan orang-orang berkuasa atau yang berada di posisi atas demi mendapatkan posisi atau keuntungan pribadi.

Pandai beradaptasi dengan situasi dan berpura-pura mendukung gerakan kerakyatan dengan cara cara manipulatif tampa ada eksekusi nyata seperti hal yang di lakukan dalam Forum Guntur yang selalu malakukan kajian mingguan yang tidak tau arahnya akan berakhir kemana.?

Bagas Kurniayawan tidak lebih dari Ketua Umum PB HMI yang lebih mengandalkan hubungan interpersonal yang lebih berorientasi pada keuntungan pribadi daripada profesionalisme dan integritas selatakanya sebagai pucuk pimpinan tertinggi dalam organisasi HMI dan watak pemimpin seperti ini bisa berbahaya karena seringkali membuat keputusan yang tidak objektif, mengabaikan kebaikan yang lebih besar demi kenyamanan diri atau kelompoknya.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), harusnya tidak memiliki seorang pemimpin yang bermental penjilat seperti Bagas Kurniaywan karena hal ini bisa menjadi ancaman serius bagi tujuan organisasi.

Gaya kepemimpinan dengan mentalitas penjilat seperti Bagas Kurniayawan sering kali lebih memprioritaskan kepetintingan pribadinya dalam memanfaatkan jabatantanya sebagai ketua umum untuk membangun hubungan personal dengan kekuasaan atau pihak tertentu daripada memperjuangkan nilai-nilai dasar HMI, seperti keadilan, kebenaran, dan perjuangan sosial.

Pemimpin yang bermental penjilat di HMI seperti Bagas Kurniayawan cenderung lebih mementingkan pencitraan dan upaya untuk menyenangkan pihak yang lebih berkuasa dengan cara memanfaatkan organisasi.

Alih-alih mendorong kader atau sesama pengurus PB HMI untuk berkembang dan memperjuangkan kepentingan umat, ia lebih memilih untuk mengambil jalan pintas dengan menggunakan hubungan kekuasaan sebagai ketua umum HMI untuk memperlancar karir pribadi, tanpa memperdulikan kesejahteraan bersama.

Pemimpin seperti ini dapat merusak kualitas organisasi dan mereduksi peran HMI sebagai agen perubahan yang kritis. Organisasi bisa kehilangan arah, dengan cara dan gaya kepemimpinan Bagas Kurniyawan yang tidak mengedepankan perjuangan ideologis dan intelektual namu justru sibuk mengejar karir politiknya dengan menggunakan nama basar HMI.

#HMI JAKARTA
#Bangkit Dan Melawan
#SOMASI TERBUKA UNTUK BAGAS KURNIYAWAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250