Foto : Ilustrasi DENPASAR — Aktivis Bali, Ronald Jeffrson, menyoroti keras dugaan agenda eksklusif yang digelar PT Pertamina Patra Niaga di Bali, di tengah situasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang masih terjadi di sejumlah daerah.

Ronald menilai kegiatan tersebut mencerminkan ketidaksinkronan antara kebijakan efisiensi yang dicanangkan pemerintah dengan praktik di lapangan.
“Ini ironi. Di saat masyarakat antre panjang untuk mendapatkan BBM, justru ada kegiatan yang terkesan mewah dan tidak mendesak dilakukan,” kata Ronald kepada wartawan, Senin (13/4/2026).
Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan tersebut melibatkan pemesanan penuh arena padel di kawasan Munggu, Badung, serta rangkaian jamuan eksklusif bagi mitra dan agen BBM dari Kalimantan.
@redaksi.jakarta
Menurut Ronald, jika agenda tersebut benar merupakan bagian dari evaluasi kinerja, maka seharusnya dilakukan secara proporsional dan tidak menimbulkan kesan pemborosan.
“Kalau memang evaluasi, kenapa formatnya seperti ini? Ini yang jadi pertanyaan publik. Apakah urgensinya sebanding dengan kondisi distribusi BBM saat ini?” ujarnya.
Ronald juga menyoroti dugaan penggunaan anggaran perusahaan untuk kegiatan non-esensial, yang dinilai bertentangan dengan instruksi efisiensi dari pemerintah pusat kepada seluruh BUMN.
“Pemerintah jelas meminta efisiensi, termasuk membatasi kegiatan yang tidak prioritas. Tapi yang terlihat justru sebaliknya,” tegasnya.
Ia menambahkan, sebagai subholding yang memegang peran vital dalam distribusi energi nasional, PT Pertamina Patra Niaga seharusnya lebih peka terhadap kondisi masyarakat.
“Ini bukan hanya soal anggaran, tapi soal empati. Ketika rakyat masih kesulitan mendapatkan BBM, kegiatan seperti ini bisa melukai rasa keadilan publik,” imbuhnya.
Ronald pun mendorong adanya transparansi dari pihak Pertamina Patra Niaga terkait tujuan, pembiayaan, dan urgensi kegiatan tersebut.
“Perlu ada penjelasan terbuka ke publik agar tidak menimbulkan kecurigaan yang lebih luas,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan redaksi menerima informasi dari Narasumber, pihak PT Pertamina Patra Niaga maupun pemerintah setempat belum memberikan klarifikasi resmi terkait kegiatan tersebut. (LK)
Tidak ada komentar