Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti diwawancarai wartawan terkait penyakit menular di JakartaRedaksi Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan mitigasi risiko penularan virus flu burung. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti.

Widyastuti mengungkapkan mitigasi ini dilakukan untuk mewaspadai Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit yang ditularkan dari unggas. “Kami harus mampu melakukan pengurangan sehingga tidak menjadi masalah di DKI,” kata Widyastuti dalam keterangannya, Jumat (03/03/2023).
Dalam hal ini, Dinkes DKI melakukan pemahaman dan edukasi pencegahan penularan flu burung kepada masyarakat. Selain itu, Dinkes DKI melakukan kesiapsiagaan dari sisi klinis kesehatan termasuk di Klinik hingga Rumah Sakit.
“DKI memiliki tingkat mobilitas penduduk yang tinggi. Maka tingkat risiko di Jakarta relatif lebih tinggi dibandingkan provinsi lain,β katanya.
@redaksi.jakarta
Lebih lanjut, ia mengatakan sebanyak dua kasus kematian akibat flu burung varian Clade Baru di Kamboja. Membuat, sejumlah negara termasuk Indonesia menerapkan kewaspadaan.
βAdanya informasi kasus flu burung di Kamboja. Kami sama-sama harus mampu memitigasi,β ujarnya.
Sebelumnya, kasus flu burung sempat ditemukan di Indonesia pada tahun 2005. DKI Jakarta menjadi salah satu wilayah tertinggi kasus H5N1.
“Pada tahun 2006 ada 55 kasus angka kematian. Kemudian, kasus penularan flu burung di Jakarta dan Indonesia mengalami penurunan hingga muncul kembali pada 2017,” tutupnya.
Tidak ada komentar