
REDAKSIJAKARTA.COM | BANTEN — Ketua Umum Generasi Muda Peduli Indonesia (GaMPI), Nini Arianti, SM., MM., menyatakan dukungannya terhadap rencana pelaksanaan Jambore Nasional Pemuda Ketahanan Pangan yang akan digelar di Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 19–28 Oktober tersebut dinilai dapat menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran generasi muda dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi di sektor pangan.
Nini Arianti menilai generasi muda memiliki posisi penting dalam menjawab tantangan ketahanan pangan nasional. Menurutnya, pemuda tidak semestinya hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi juga perlu didorong menjadi pelaku dan penggerak perubahan.
“Kami dari GaMPI menyambut baik dan memberikan dukungan terhadap rencana pelaksanaan Jambore Nasional Pemuda Ketahanan Pangan di Wanasalam, Kabupaten Lebak. Kegiatan ini merupakan ruang yang sangat positif untuk memperkuat semangat kepemudaan sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam mewujudkan ketahanan pangan,” ujar Nini Arianti.
@redaksi.jakarta
Ia berharap jambore tersebut dapat menjadi ruang bertemunya pemuda dari berbagai daerah untuk bertukar pengalaman, gagasan, serta inovasi di bidang pertanian, peternakan, perikanan, kewirausahaan, hingga pemanfaatan teknologi dalam sektor pangan.
Menurut Nini, upaya membangun ketahanan pangan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan masyarakat, dunia usaha, komunitas, akademisi, dan terutama generasi muda.
“Pemuda harus berani mengambil peran. Kita ingin melihat lahirnya generasi muda yang kreatif, produktif, mandiri, dan mampu menciptakan inovasi di bidang pangan. Karena itu, GaMPI siap mendukung semangat kolaborasi dan kegiatan-kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Nini berharap pelaksanaan Jambore Nasional Pemuda Ketahanan Pangan dapat berlangsung sukses dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Ia mendorong agar forum tersebut mampu menghasilkan gagasan maupun program konkret yang dapat dikembangkan dan diterapkan di berbagai daerah.
Selain memperkuat ketahanan pangan, menurutnya, jambore juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana memperluas jejaring antarpemuda dari berbagai wilayah.
“Ini harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, membangun jejaring, berbagi pengetahuan, dan melahirkan gerakan nyata. Pemuda Indonesia harus mampu mengambil bagian dalam mewujudkan ketahanan pangan sekaligus memperkuat kemandirian bangsa,” pungkas Nini Arianti.
Tidak ada komentar