dok. ALWRedaksiJakarta.com — Program Sedekah Sampah yang digagas komunitas Ayo Less Waste (ALW) kembali menunjukkan dampak nyata bagi lingkungan hidup dan sosial. Pada kegiatan penjualan sampah terpilah yang berlangsung Sabtu (18/1/2028), ALW mencatat total pengumpulan sampah mencapai ±92 kilogram, hasil partisipasi warga dan pengurus komunitas dalam memilah sampah dari sumbernya.

Sedekah Sampah merupakan program reguler ALW yang telah berjalan sejak 2022, dengan tujuan mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih bertanggung jawab terhadap sampah, sekaligus mengubah limbah menjadi nilai kebermanfaatan sosial dan lingkungan. Sampah yang terkumpul tidak berakhir di tempat pembuangan akhir, melainkan masuk kembali ke rantai ekonomi sirkular melalui proses daur ulang.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai jenis material berhasil dipilah dan dijual, di antaranya kardus dan box bekas, plastik campuran, emberan (HDPE), beling, kertas bekas, botol dan gelas plastik, besi, hingga per spring bed. Seluruh material disalurkan melalui mitra bank sampah dan selanjutnya dikirim ke pabrik-pabrik daur ulang.
Sejumlah pengurus Ayo Less Waste turut terlibat langsung dalam kegiatan ini, antara lain Anggi, Faisol, Anne, dan Aisyah, yang memastikan proses pemilahan hingga penyaluran berjalan sesuai prinsip keberlanjutan.
@redaksi.jakarta
Dana hasil Sedekah Sampah, menurut pengelola, tidak digunakan untuk kepentingan pribadi. Seluruhnya dialokasikan untuk kegiatan sosial dan kemanusiaan. Beberapa pemanfaatan dana yang telah direalisasikan antara lain pembelian konsumsi untuk petugas kebersihan di wilayah Ciputat, pengadaan alat musik terapi bagi anak-anak di Yayasan Sayap Ibu, serta pengadaan lemari besi untuk Pesantren Raudhatul Makhfufin, pesantren khusus tunanetra. Selain itu, dana juga disalurkan untuk berbagai kebutuhan sosial lainnya sesuai kebutuhan lapangan.
Dari sisi lingkungan, program ini dinilai berkontribusi langsung dalam menekan volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir, sekaligus membantu mengurangi pencemaran lingkungan dan emisi karbon. Pemilahan sampah sejak dari rumah dinilai sebagai langkah konkret yang berdampak jangka panjang.
Salah satu pengurus ALW, Anggi, menegaskan bahwa Sedekah Sampah bukan sekadar aktivitas pengelolaan limbah, melainkan gerakan membangun kesadaran kolektif.
“Sampah bukan hanya persoalan limbah, tetapi tanggung jawab personal yang dapat diubah menjadi kebermanfaatan bagi lingkungan dan sesama,” ujarnya.
Lebih jauh, program ini juga berperan dalam membentuk kebiasaan masyarakat agar lebih bertanggung jawab terhadap sampahnya sendiri. Kebiasaan memilah dari rumah dinilai mampu memperkuat budaya gotong royong dan mendorong gaya hidup berkelanjutan di tingkat komunitas.
Melalui Sedekah Sampah, komunitas Ayo Less Waste terus mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam aksi keberlanjutan. Ketua Ayo Less Waste, Aisyah, menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan upaya jangka panjang membangun kesadaran ekologis yang berangkat dari tindakan sederhana sehari-hari. Menurutnya, perubahan besar dimulai dari keberanian individu untuk bertanggung jawab atas sampahnya sendiri, sejalan dengan semangat komunitas ALW: “Sampahku, Tanggung Jawabku.”
Ke depan, Ayo Less Waste mengajak penyelenggara acara, komunitas, hingga institusi publik untuk menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. Setiap acara bisa meninggalkan jejak kebaikan bagi bumi, selama kita mau memulainya dari langkah sederhana: memilah, mengelola, dan bertanggung jawab atas sampah kita sendiri.
Ayo Less Waste (ALW)
Email: ayolesswastehumas@gmail.com
Telepon: 0899-5518-260 (Putri Berliana – Humas ALW)
Tidak ada komentar