
REDAKSIJAKARTA.COM | JAKARTA – Semarak pelestarian budaya Betawi di Jakarta Pusat turut dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

Sebanyak 30 pelaku UMKM mendapat kesempatan memperkenalkan produk mereka dalam Festival Lomba Tari Kreasi Betawi Tingkat Provinsi DKI Jakarta yang berlangsung di Gedung Kesenian Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut diselenggarakan DPD Bamus Suku Betawi 1982 Jakarta Pusat dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menyambut momentum lima abad Jakarta.
Keterlibatan UMKM menjadi salah satu sisi penting dalam festival tersebut. Produk-produk usaha masyarakat mendapatkan ruang untuk dikenal pengunjung sehingga kegiatan kebudayaan tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga membuka peluang promosi bagi pelaku ekonomi kreatif.
@redaksi.jakarta
Dari 30 grup yang terdaftar, sebanyak 26 grup hadir dan mengikuti perlombaan. Para peserta menampilkan berbagai kreasi tari Betawi dengan kemasan yang dinamis, namun tetap mempertahankan unsur tradisi sebagai identitas utama.
Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin mengatakan kegiatan bersama Bamus Betawi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong perkembangan seni dan budaya Betawi, khususnya melalui ruang kreativitas bagi masyarakat.
“Hari ini kita bersama-sama Bamus Betawi terus mendorong dan mengembangkan dari sisi kreasi seni tari. Mulai dari peserta hingga juri yang luar biasa kelasnya, tidak kaleng-kaleng kalau orang bilang,” kata Arifin.
Menurut Arifin, pengembangan seni budaya Betawi membutuhkan ruang yang berkelanjutan agar dapat semakin dikenal masyarakat dan diteruskan oleh generasi berikutnya.
Sementara itu, Anggota DPRD DKI Jakarta Wa Ode Herlina menekankan pentingnya menempatkan budaya sebagai bagian dari kehidupan masyarakat, bukan sebatas kegiatan seremonial.
“Budaya itu bukan hanya buat seremonial, bukan hanya cerita di buku, dan bukan hanya kami orang tua yang senang. Budaya harus menjadi karakter dalam keseharian, khususnya bagi anak muda yang akan mewarisinya,” ujar Wa Ode.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan budaya Betawi. Karena itu, kegiatan seni yang memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk berkreasi dinilai menjadi salah satu cara memperkenalkan budaya secara lebih dekat.
Selain pertunjukan dan perlombaan tari, keberadaan stan UMKM memberikan dimensi ekonomi dalam kegiatan tersebut.
Pelaku usaha lokal dapat memanfaatkan keramaian festival untuk mengenalkan produk sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Kolaborasi antara kebudayaan dan UMKM juga dinilai sejalan dengan pengembangan ekonomi kreatif di Jakarta.
Pelestarian tradisi dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat apabila diberikan ruang yang tepat.
Festival Lomba Tari Kreasi Betawi tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan memperingati 81 tahun kemerdekaan Indonesia dan menyambut lima abad Jakarta.
Momentum tersebut diharapkan dapat memperkuat perhatian terhadap kebudayaan lokal sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif.
Melalui kegiatan seperti ini, seni Betawi tidak hanya dipertahankan sebagai warisan masa lalu, tetapi terus diberi ruang untuk berkembang mengikuti dinamika Jakarta, termasuk dengan melibatkan UMKM sebagai bagian dari ekosistem kebudayaan dan ekonomi masyarakat. (Red)
Tidak ada komentar