Gde Siriana: SBY akan jadi teman seperjuangan GN

Redaksi Jakarta
8 Mar 2021 16:52
METROPOLITAN 0 198
2 menit membaca

Jakarta-Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo (GN) mengaku pernah diajak untuk mengkudeta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari Ketum Partai Demokrat.
Menurut Gatot, permintaan itu datang sebelum Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara lalu.

banner 970x250

Pengakuan mengejutkan Gatot Nurmantyo (GN) ini disampaikan dalam wawancara di TvOne. Gatot langsung berpikiran bahwa tidak akan mudah menurunkan AHY. Dalam video statement GN mengatakan bahwa dia menolak diajak seseorang untuk mengkudeta AHY karena sbg prajurit harus memiliki Budhi Bhakti Wira Utama. Seseorang yang mengajak GN tsb sebagai orang sangat berpengaruh, tidak aktif di PD & tidak dipecat, dan hadir di KLB. Pendidikan militer yang keras bertujuan bahwa antara junior dan senior akan menjadi teman seperjuangan.

Dilansir waktu yang berbeda Gde Siriana ikut memberikan komentar,ia mengatakan bahwa
“GN ingin menegaskan bahwa prajurit TNI meskipun sdh purnawiraan tetap melekat pada dirinya etika Budhi Bhakti Wira Utama.
Sehingga GN menolak ajakan kudeta AHY tsb. Dgn kata lain jendral Muldoko tidak lg memegang etika itu ketika mengkudeta AHY putra dari SBY yang mengngkatnya menjadi Panglima TNI.”

Lanjut Gde Siriana dalam konteks inilah dalam menghadapi kudeta PD dan berbagai persoalan bangsa dan negara saat ini, SBY akan menjadi teman seperjuangan GN. Dan ini juga menginspirasi para prajurit & purnawirawan TNI lainnya untuk memegang tegus kode etik ini.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Berdasarkan kriteria orang yg mengajak GN untuk mengkudeta AHY ini menunjukkan adanya kekuatan besar di liar internal PD yang ingin mengambil alih PD dari SBY. Sy menduga sangat mungkin istana terlibat, apalagi kriteria orang tersebut sepertinya cocok dg Moeldoko.

Yang terakhir, GN seperti ingin mengingatkan kembali prajurit TNI aktif maupun yang purna bhakti tentang etika Budhi Bhakti Wira Utama sebagai nilai moral dan spiritual yang terus kuat melekat dalam jiwa untuk implementasi Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI dalam setiap pelaksanaan tugas. Tutup Gde

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250