Redaksi Jakarta – Gerakan Mahasiswa Jambi Jabodetabek (Gema Jambi), Melakukan Aksi Demonstrasi pada Jumat (13/01/2023) di Kantor Petrochina Jakarta. Terkait kasus pipa gas Petrochina yang meledak dan tangki lumpur yang terbakar, menyebabkan 1 orang Meninggal 11 lainnya mengalami luka bakar.

Riski selaku Koordinator aksi menyampaikan orasinya didepan gedung Petrochina Jakarta “Akibat meledaknya pipa gas milik Petrochina di Area NEB Betara 1 orang pekerja meninggal dunia 7 orang mengalami luka bakar, kemudian belum lama ini terjadi kebakaran pada tangki lumpur milik Petrochina didaerah Desa Delima yang mengakibatkan 4 orang mengalami luka bakar” ujarnya.
Riski menyoroti lemahnya tingkat perlindungan dan keselamatan kerja di area Blok Migas Jabung yang dikelola oleh Petrochina, serta Riski juga menyoroti lemahnya pengendalian dan pengawasan yang dilakukan oleh SKK MIGAS terhadap operasional Petrochina.
“Dari kasus pipa gas yang meledak sampai tangki lumpur yang terbakar tidak terlalu jauh, ini menjadi indikasi kuat bahwa perlindungan dan keselamatan kerja dilingkungan Petrochina masih sangat lemah, tugas pengendalian dan pengawasan SKK MIGAS terhadap Petrochina juga tidak berjalan dengan baik. Kami juga mendesak pihak kepolisian untuk segera mentapkan tersangka dalam kasus ini karena menimbulkan korban jiwa dan korban luka hingga dilarikan kerumah sakit” tegas Riski
@redaksi.jakarta
Dalam orasinya Riski juga mendesak Presiden Joko Widodo untuk mencabut perpanjangan kontrak blok migas Jabung yang diberikan kepada Petrochina, serta menolak upaya pengajuan 14 titik sumur baru yang berada pada Kawasan hutan, Riski menilai hal ini perlu dilakukan agar tidak timbul korban jiwa selanjutnya.
“Presiden Joko Widodo harus mencabut perpanjangan kontrak Blok Migas Jabung yang telah diberikan kepada Petrochina, serta menolak permohonan 14 titik sumur baru yang diajukan oleh Petrochina yang berada pada Kawasan hutan, Presiden harus melindungi nyawa anak bangsa, jangan sampai ada lagi korban yang berjatuhan demi keuntungan bisnis Petrochina” tutup Riski
Selanjutnya, Massa Aksi menyampaikan tuntutannya:
1. Mendesak Presiden RI Ir. Joko Widodo Untuk Mencabut Perpanjangan Kontrak Blok Migas Jabung Dari PetroChina Karena Gagal Menciptakan Keamanan dan Keselamatan Bagi Pekerjanya Hingga Muncul Korban Jiwa.
2. Mendesak Kapolri Untuk Membentuk Tim Investigasi Guna Menyelidiki Adanya Dugaan Kelalaian Kerja Yang Menyebabkan Kematian Pekerja di Area Milik PetroChina.
3. SKK MIGAS Lemah Dalam Melakukan Pengawasan Terhadap Opersional Kegiatan PetroChina Sehingga Munculnya Korban Jiwa Dari Pekerja.
4. Tolak Pengajuan Perijinan IPPKH (Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan) yang dilakukan oleh PetroChina Untuk Melindungi Alam Jambi dan Mencegah Korban Berjatuhan Lagi.
Tidak ada komentar