
RedaksiJakarta.com – Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana menyampaikan keterangan pers Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi yang terdiri dari ICW, YLBHI, PSHK, LBH Jakarta, dan TII. Mereka mendesak Dewas KPK menjatuhkan sanksi berat pada Firli.

“Mendesak agar Dewan Pengawas menjatuhkan sanksi berat kepada Ketua KPK diikuti dengan perintah agar yang bersangkutan mengundurkan diri dari jabatannya,” kata Kurnia.
Menanggapi pernyataan tersebut Teddy Direktur Eksekutif Gerakan Rakyat Untuk Keadilan Indonesia (Gerak Indonesia) mengatakan apa yang disampaikan oleh Kurnia Ramadhana ICW sebenarnya cenderung mengarah ketidaksukaan terhadap Pimpinan KPK saat ini. Karena selama ini saya melihat kritikan yang dilakukan oleh ICW sudah tidak relevan cenderung menyerang personal jadi sudah tidak obyektif lagi.
Dalam hal Ketua KPK Komjen Firli Bahuri menaiki helikopter dari Palembang ke Oku inikan hanya untuk menghemat waktu karena cuti beliau cuma satu hari jadi waktu yang sangat singkat mengingat perjalanan cukup lama sekitar 8 jam pulang pergi kalau menggunakan transportasi darat.
@redaksi.jakarta
Jadi menurut Teddy Dewas KPK mungkin akan lebih objektif melihat suatu permasalahan bukan karena tekanan dari LSM yang selama ini kita ketahui track recordnya. Selain itu juga pengertian hedonisme memiliki banyak penafsiran jadi saya pikir ini tidak relevan kecuali setiap urusan Dinas maupun Pribadi Pimpinan KPK selalu menggunakan helikopter baru kita kritisi tapi kalau hal ini beda karena untuk menghemat waktu datang ke Ogan Komering Ulu berziarah ketempat orang tua karena besok harus harus tugas negara demi Indonesia bebas dari korupsi pungkas Teddy kepada media. (*)
Tidak ada komentar