
REDAKSI JAKARTA, Palembang– Mantan Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan RI, Dr. Jan Samuel Maringka, mengunjungi Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Selatan, Ktut Sumedana, di ruang kerja barunya, Jumat (7/11).

Kunjungan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus bentuk dukungan bagi Kajati yang baru dilantik akhir Oktober lalu oleh Jaksa Agung RI.
“Pak Ktut Sumedana adalah pemimpin dengan hati nurani. Saya percaya kehadirannya akan membuat Kejati Sumsel semakin membumi dan dekat dengan masyarakat,” ujar Jan Maringka usai pertemuan di Palembang.
Ktut Sumedana sebelumnya menjabat sebagai Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI dan sempat bertugas di tanah kelahirannya, Bali. Kini, ia dipercaya memimpin Kejati Sumatera Selatan.
@redaksi.jakarta
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, Jan didampingi sejumlah pejabat Kejati Sumsel, termasuk para asisten. Ia menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan agar Kajati menjaga sinergi antara Kejaksaan dan pemerintah daerah.
“Sinergi harus terus dijaga. Kejaksaan bukan hanya penegak hukum, tapi juga mitra strategis dalam pembangunan daerah. Kehadirannya harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Sebagai akademisi dan praktisi hukum, Jan juga berbagi pengalaman tentang pentingnya profesionalisme dan integritas di tubuh Kejaksaan. Ia menegaskan, keberhasilan institusi tidak hanya ditentukan oleh pimpinan, tetapi juga kerja tim yang solid dan etika seluruh pegawai.
“Kolaborasi internal dan komunikasi terbuka menjadi kunci agar proses hukum berjalan transparan dan kredibel,” tegasnya.
Kunjungan Jan Maringka ke Palembang ini juga dipandang sebagai bentuk dukungan moral dan profesional bagi jajaran Kejati Sumsel. Para pengamat hukum menilai, pertemuan dua tokoh Kejaksaan itu mencerminkan kesinambungan nilai-nilai integritas dalam tubuh lembaga penegak hukum.
Di akhir pertemuan, Jan berharap Kajati Sumedana dapat terus menjaga marwah institusi dan menghadirkan keadilan yang berpihak pada kepentingan publik.
“Semoga sinergi yang baik antara Kejaksaan, pemerintah, dan masyarakat dapat memperkuat penegakan hukum di Bumi Sriwijaya,” tutupnya. (Red)
Tidak ada komentar