Foto : Ketua Umum GaMPI, Nini Arianti, S.M., M.MREDAKSI JAKARTA – Jaringan Nasional Pemuda Hijau (JarNas-PH) bersama Generasi Muda Peduli Indonesia (GaMPI) memperkuat kolaborasi strategis dalam mengawal isu lingkungan dan agenda ekologis di 38 provinsi Indonesia.

Sinergi ini ditandai melalui pertemuan silaturahmi yang digelar di Hambalang, Sentul, Kabupaten Bogor, Jumat (9/1/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang konsolidasi lintas generasi untuk merumuskan langkah konkret dalam merespons berbagai tantangan lingkungan yang semakin kompleks, mulai dari krisis iklim, laju deforestasi, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga perlindungan hak masyarakat adat atas tanah dan sumber daya alam.
Ketua Umum JarNas-PH, Letkol Inf. (Purn.) Dr. G. Borlak, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan upaya membangun kekuatan gerakan ekologis yang terstruktur dan berkelanjutan di tingkat daerah.
@redaksi.jakarta
“Kami ingin memastikan bahwa setiap provinsi memiliki penjaga ekologis yang aktif. Sinergi antara pengalaman aktivis JarNas dan energi muda GaMPI menjadi modal penting untuk mendorong perubahan kebijakan yang berpihak pada lingkungan,” ujar Borlak.
Dalam diskusi tersebut, kedua organisasi menekankan pentingnya pemetaan persoalan lingkungan secara spesifik di tiap wilayah.
Tantangan polusi industri di Pulau Jawa, ancaman karhutla di Sumatra dan Kalimantan, hingga isu konservasi laut di kawasan Indonesia Timur dinilai membutuhkan pendekatan yang berbeda namun terintegrasi secara nasional.
Senada dengan itu, Ketua Umum GaMPI, Nini Arianti, S.M., M.M., menekankan peran strategis generasi muda sebagai ujung tombak gerakan lingkungan di daerah.
“Pemuda memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat dan kondisi lapangan. Kolaborasi dengan JarNas akan memperkuat advokasi, khususnya dalam mendorong pemerintah daerah agar lebih konsisten menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan,” tegas Nini.
Dalam pertemuan tersebut, JarNas-PH dan GaMPI menyepakati sejumlah poin utama, di antaranya pembentukan jaringan komunikasi intensif antar-koordinator provinsi, pengawalan regulasi daerah agar selaras dengan prinsip keadilan iklim dan kependudukan, serta pelaksanaan kampanye kesadaran lingkungan yang menyasar masyarakat akar rumput dan generasi milenial serta Gen Z.
Selain itu, kedua organisasi juga sepakat membangun sistem pelaporan bersama untuk merespons cepat kasus perusakan lingkungan di wilayah terpencil, termasuk mendorong program reboisasi di daerah terdampak deforestasi.
Sinergi ini juga diarahkan untuk mengawal implementasi program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Nini Arianti berharap kolaborasi ini dapat melahirkan gerakan ekologis yang lebih terorganisir dan berdampak nyata bagi keberlanjutan lingkungan hidup serta masa depan generasi mendatang di seluruh Indonesia. (Red)
Tidak ada komentar