Jelang Kongres, Calon Ketum HIKMAHBUDHI Tegaskan Organisasi Harus Tetap Independen dari Kepentingan Politik

Admin Pusat
28 Jul 2026 05:46
NASIONAL NEWS 0 178
2 menit membaca

REDAKSIJAKARTA.COM – Menjelang pelaksanaan Kongres Nasional HIKMAHBUDHI, isu mengenai independensi organisasi kembali menjadi perhatian.

banner 970x250

Salah satu calon Ketua Umum Pengurus Pusat HIKMAHBUDHI, Ananda Budi Stiawan, menegaskan bahwa organisasi harus tetap menjaga jati diri dan tidak dikaitkan dengan kepentingan politik praktis maupun partai politik tertentu.

Menurut Ananda, lambang Gajah Ganesa yang selama ini digunakan HIKMAHBUDHI merupakan simbol yang mencerminkan kebijaksanaan, ilmu pengetahuan, keteguhan, serta semangat kemandirian organisasi.

Karena itu, ia menilai simbol tersebut tidak boleh dimaknai sebagai bentuk afiliasi dengan partai politik yang memiliki kemiripan logo.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah dinamika menjelang kongres yang memunculkan kekhawatiran sebagian kader terkait arah organisasi.

Sejumlah kader menilai independensi HIKMAHBUDHI perlu terus dijaga agar tidak dipersepsikan berada di bawah pengaruh kekuatan politik tertentu.

Ananda mengatakan setiap kader memiliki hak menentukan pilihan politik secara pribadi.

Namun, menurutnya, organisasi harus tetap berdiri di atas kepentingan seluruh kader dan umat tanpa terikat pada kepentingan partai politik mana pun.

“HIKMAHBUDHI dibangun sebagai organisasi kader yang mandiri. Nilai-nilai yang terkandung dalam lambang Gajah Ganesa adalah kebijaksanaan dan kebebasan berpikir, sehingga tidak boleh disalahartikan sebagai simbol kedekatan dengan kekuatan politik tertentu,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan komitmennya untuk menjaga proses Kongres Nasional berlangsung secara demokratis dan independen.

Jika mendapat amanah memimpin organisasi, Ananda berjanji akan memperkuat posisi HIKMAHBUDHI sebagai organisasi yang bebas dari intervensi politik praktis.

Selain itu, ia mengajak seluruh kader menjaga persatuan dan mengedepankan semangat kebersamaan dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan.

Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan bagian dari dinamika demokrasi, tetapi tidak boleh menghilangkan identitas maupun tujuan utama organisasi.

“Kita harus memastikan HIKMAHBUDHI tetap dikenal karena kontribusi dan perjuangannya bagi masyarakat, bukan karena dikaitkan dengan kepentingan politik tertentu. Organisasi ini adalah milik seluruh kader dan harus tetap berdiri secara independen,” tutup Ananda.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250