Kapolri Cup E-Sports 2026 Dinilai Jadi Wadah Strategis Cetak Talenta Muda Menuju Indonesia Emas 2045

Admin Pusat
10 Agu 2026 20:43
INDONESIA NEWS 0 261
4 menit membaca

REDAKSIJAKARTA.COM |JAKARTA — Penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026 dinilai menjadi langkah strategis Polri dalam membangun ekosistem olahraga digital sekaligus membuka ruang pembinaan talenta generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

banner 970x250

Analis Kebijakan Publik dan Sosial-Politik Nasional, Nasky Putra Tandjung, mengapresiasi penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026 yang digelar di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Menurut Nasky, kompetisi e-sports saat ini tidak lagi dapat dipandang sebatas aktivitas hiburan. Perkembangan industri olahraga digital telah membuka ruang bagi kompetisi, pembinaan bakat, pengembangan kreativitas, peningkatan kapasitas digital hingga pembentukan karakter generasi muda.

“Penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026 merupakan langkah strategis dan adaptif Polri dalam merespons perkembangan olahraga digital serta membangun ekosistem pembinaan generasi muda di era transformasi teknologi,” ujar Nasky dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Founder Nasky Milenial Center (NMC) itu menilai keterlibatan Polri dalam pembinaan generasi muda melalui olahraga digital juga memiliki dimensi sosial yang penting.

Menurutnya, pendekatan tersebut dapat menjadi bagian dari preventive policing dengan membangun komunikasi dan kedekatan institusional antara Polri dengan generasi muda, khususnya kelompok yang tumbuh sebagai digital native.

“Komitmen dan dedikasi Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam mendorong penyelenggaraan dan pembinaan e-sports menunjukkan pendekatan yang humanis dan adaptif terhadap perubahan zaman,” katanya.

Nasky menilai pembinaan e-sports akan semakin strategis apabila tidak hanya berorientasi pada kemenangan pertandingan.

Ekosistem tersebut juga dapat diarahkan untuk membangun disiplin, sportivitas, kreativitas, kemampuan bekerja sama, literasi digital dan etika dalam menggunakan ruang siber.

Dengan pendekatan tersebut, kata dia, kompetisi e-sports dapat menjadi salah satu instrumen investasi sumber daya manusia yang mempersiapkan generasi muda agar kompetitif, produktif, inovatif dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Bisa Jadi Ruang Edukasi Kamtibmas Digital

Nasky juga melihat ekosistem e-sports dapat menjadi ruang komunikasi dan kolaborasi antara Polri dengan generasi muda dalam membangun keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di ruang digital.

Para atlet, komunitas, kreator dan pelaku industri digital, menurutnya, dapat didorong menjadi bagian dari edukasi kamtibmas dengan menyebarkan nilai sportivitas, persatuan, toleransi, literasi digital serta penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.

“Ketahanan keamanan pada era digital tidak hanya dibangun di ruang fisik, tetapi juga di ruang siber. Karena itu, membangun generasi muda yang memiliki kecakapan digital sekaligus kesadaran kebangsaan menjadi bagian penting dari ketahanan sosial dan keamanan nasional,” jelasnya.

Alumnus INDEF School of Political Economy Jakarta itu menambahkan, kebijakan pembinaan melalui olahraga dan teknologi memiliki relevansi dengan agenda pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Menurut Nasky, Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul dalam penguasaan teknologi, tetapi juga memiliki integritas, disiplin, kreativitas, kemampuan berkolaborasi dan kesadaran menjaga persatuan bangsa.

“Pengembangan generasi muda melalui olahraga dan teknologi merupakan investasi strategis bagi masa depan Indonesia. Generasi muda harus dipersiapkan bukan hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi sebagai pelaku, inovator, atlet, kreator dan penjaga ruang digital yang sehat serta produktif,” tuturnya.

Ia berharap program seperti E-Sports Kapolri Cup dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga tidak berhenti sebagai kompetisi tahunan.

Menurutnya, diperlukan sistem pembinaan yang terukur, inklusif dan berkesinambungan agar mampu melahirkan atlet serta talenta digital yang dapat berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“E-sports bukan sekadar kompetisi. E-sports adalah ruang pembinaan talenta, prestasi, karakter dan masa depan bangsa. E-sports adalah investasi talenta dan masa depan bangsa,” tegas Nasky.

Libatkan Puluhan Ribu Peserta

Diketahui, rangkaian E-Sports Kapolri Cup 2026 resmi ditutup di Indonesia Arena, Jakarta Pusat, Minggu (9/8/2026).

Kejuaraan yang digelar secara berjenjang mulai tingkat Polres hingga tingkat nasional tersebut mendapat antusiasme besar dengan melibatkan 35.936 peserta dari berbagai daerah.

E-Sports Kapolri Cup 2026 mempertandingkan tujuh kategori, yakni Mobile Legends: Bang Bang, Cosplay Character Defile, Influencer Hunt, Pokemon and Riftbound Trading Card Game, Cosplay Costume Competition, Polri Youth Movement, serta Capture The Flag.

Penyelenggaraan kegiatan turut melibatkan sejumlah unsur ekosistem e-sports, di antaranya PBESI, IESPA, Garudaku, Moonton, komunitas e-sports, mitra dan sponsor.

Kolaborasi tersebut dinilai membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk mengembangkan minat, kreativitas serta talenta digital.

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo sebelumnya menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam ekosistem digital bukan sekadar mengikuti perkembangan tren, tetapi juga memastikan perkembangan tersebut memberikan dampak positif bagi generasi muda dan kemajuan bangsa.

Polri juga mendorong terciptanya ruang digital yang aman, sehat, produktif dan bertanggung jawab.

Dalam rangkaian penutupan, E-Sports Kapolri Cup 2026 juga mencatat tiga rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Tiga rekor tersebut masing-masing Defile Cosplay Peserta Generasi Z Terbanyak dengan 117 peserta, Kompetisi Keamanan Siber Peserta Generasi Z Terbanyak yang diikuti 734 peserta, serta Duta Kamtibmas Siber Peserta Generasi Z Terbanyak dengan melibatkan 27.686 peserta.

Nasky menilai capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi generasi muda Indonesia apabila diberikan ruang yang tepat untuk berkompetisi, berkreasi dan mengembangkan kemampuan.

“Talenta digital unggul, prestasi olahraga tangguh, kamtibmas kondusif, Indonesia berdaya saing. Inilah salah satu investasi yang harus terus kita dorong menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Nasky.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250