Ket. Menteri Imipas, Jenderal Pol (Purn) Agus Andrianto sabet dua penghargaan di LAN Awards, Rabu (3/12/2025). (Foto: Kementerian Imipas)REDAKSI JAKARTA – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menggratiskan pengurusan paspor yang rusak maupun hilang bagi warga terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Menteri Imipas, Agus Andrianto, mengatakan telah memerintahkan Direktur Jenderal Imigrasi untuk menerbitkan Keputusan Menteri (Kepmen) terkait pengurusan paspor gratis tersebut.
“Kepada korban yang mengalami musibah, jika paspornya rusak atau hilang, saya sudah sampaikan kepada Pak Dirjen untuk mengeluarkan Kepmen agar dapat digratiskan,” ujar Agus kepada wartawan di Kantor Kemenimipas, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (5/12/2025).
Selain kebijakan pembebasan biaya paspor, Kemenimipas juga mengirimkan bantuan logistik bagi para korban bencana di wilayah Sumatera. Menteri Agus melepas langsung truk bantuan kemanusiaan tersebut dari halaman kantor Kemenimipas.
@redaksi.jakarta
Bantuan yang dikirim antara lain 20 ton beras, 1.500 pasang pakaian dalam wanita, 3.120 pembalut, 3.152 popok anak-anak, 9.200 kaleng susu, 2.660 kaleng sarden, 2.000 dus mi instan, dan 2.000 kaleng biskuit.
Menanggapi hal ini, analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung, menilai kebijakan tersebut merupakan bentuk empati dan solidaritas nasional dari Menteri Agus Andrianto.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menteri Imipas beserta jajaran atas respon cepat dan langkah nyata dalam memberikan perhatian kepada korban bencana di Sumatera,” ujar Nasky dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.
Founder Nasky Milenial Center itu menilai respons cepat Kemenimipas merupakan langkah humanis yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan serta bukti kehadiran negara dalam situasi darurat.
“Kebijakan humanis ini, selain mengirimkan bantuan kemanusiaan, juga menggratiskan pengurusan paspor hilang atau rusak bagi warga terdampak bencana. Ini harus diapresiasi,” katanya.
Nasky menambahkan, langkah yang ditempuh Kemenimipas sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengerahkan seluruh kekuatan nasional dalam percepatan penanganan darurat banjir dan longsor di Sumatera.
“Komitmen Kemenimipas menunjukkan bahwa kementerian ini tidak hanya bekerja dalam penegakan hukum, imigrasi, dan pemasyarakatan, tetapi juga mengambil peran moral dalam urusan kemanusiaan,” tutup Nasky. (Red)
Tidak ada komentar