Kemenpora Bekali Pemuda Sertifikasi Digital untuk Hadapi Dunia Kerja Global

Admin Pusat
12 Nov 2025 18:13
OLAHRAGA 0 191
2 menit membaca

RedaksiJakarta, Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) menggelar program pelatihan dan sertifikasi kepemudaan di tiga provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Program ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah dalam menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045 yang unggul dan berdaya saing global.

banner 970x250

Pelaksanaan pelatihan dan uji kompetensi bersertifikat tersebut diawali di Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (12/11). Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora RI, Yohan, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia muda agar mampu menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.

“Kami bertekad agar Bonus Demografi tidak berhenti sebagai angka statistik, melainkan menjadi peluang emas yang benar-benar dimanfaatkan. Kunci keberhasilannya ada pada kompetensi yang mumpuni dan semangat yang hebat,” ujar Yohan.

Menurutnya, pelatihan ini disusun untuk menjawab kebutuhan pasar kerja di era digital dengan menghadirkan lima skema sertifikasi unggulan, yakni content creator, AI proses data, AI digital marketing, AI komunikasi pelanggan, serta social digital marketing.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

“Melalui pelatihan ini, Kemenpora ingin memastikan bahwa pemuda bukan sekadar pengguna teknologi, melainkan pencipta, penggerak, sekaligus pemenang di era digital,” jelasnya.

Rangkaian program sertifikasi kemudian berlanjut di Bandung, Jawa Barat, pada Senin (10/11). Kegiatan ini difokuskan bagi organisasi serta komunitas pemuda dengan pembekalan pemahaman transformasi digital, sehingga para peserta diharapkan mampu berperan sebagai agen perubahan yang membawa inovasi dan kemajuan bagi organisasi, komunitas, maupun masyarakat luas.

Yohan menambahkan bahwa investasi dalam peningkatan kompetensi pemuda merupakan langkah strategis untuk menyiapkan masa depan Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.

Selanjutnya, pelatihan sertifikasi serupa juga digelar di Yogyakarta pada Minggu (16/11). Dalam kesempatan tersebut, Kemenpora memfasilitasi para pemuda untuk mengikuti pelatihan dan uji kompetensi yang tersertifikasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Deputi Yohan menekankan bahwa di tengah arus globalisasi, kepemilikan lisensi kompetensi menjadi sebuah keharusan.
“Di era globalisasi, ijazah saja tidak cukup. Setiap tahun Indonesia meluluskan hampir 3 juta orang, sementara kesempatan kerja tidak bertambah secepat itu. Sertifikasi kompetensi memberikan competitive advantage yang nyata bagi pemuda,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa sertifikat BNSP merupakan bentuk pengakuan resmi negara terhadap kompetensi individu yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

“Ini adalah investasi berharga untuk masa depan karier. Sertifikat ini sangat membantu saat melamar pekerjaan, mengajukan promosi, maupun mengembangkan usaha. Kami berharap para pemuda memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal, membangun jejaring, dan berkolaborasi agar ilmu yang diperoleh dapat digunakan untuk kebaikan bersama. Jadilah generasi muda yang tidak hanya sukses secara pribadi, tetapi juga bermanfaat bagi banyak orang,” pungkas Yohan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250