
REDAKSI JAKARTA — Peringatan Pesta Emas 50 Tahun Imamat Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo menjadi momentum ungkapan syukur atas perjalanan panjang pengabdian beliau bagi Gereja Katolik di Indonesia.

Perayaan syukur tersebut dilaksanakan melalui Misa Kudus pada Senin, 26 Januari 2026, pukul 16.30 WIB, bertempat di Gereja Katedral Jakarta.
Misa Syukur dipimpin langsung oleh Kardinal Ignatius Suharyo dan dikonseleb rasi bersama para Uskup Regio Jawa serta Kuria Keuskupan Agung Jakarta.
Sejumlah tokoh nasional turut hadir, di antaranya Chrysnanda Dwilaksana, jajaran perwira tinggi TNI dan Polri, tokoh masyarakat, serta undangan dari berbagai latar belakang.
@redaksi.jakarta
Kardinal Ignatius Suharyo lahir di Sedayu, Yogyakarta, pada 1950 dan berasal dari keluarga besar dengan sepuluh bersaudara. Dalam keluarganya, dua orang putranya terpanggil menjadi imam dan dua orang putrinya mengabdikan diri sebagai suster.
Pendidikan imamat beliau dimulai sejak SMP di Seminari Menengah Mertoyudan, Magelang, kemudian berlanjut ke Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan, Yogyakarta.
Pada 1981, Kardinal Suharyo meraih gelar Doktor Teologi Biblikal dari Universitas Urbaniana, Roma, Italia. Ia ditahbiskan sebagai imam pada 26 Januari 1976.
Selain pelayanan pastoral, Kardinal Suharyo juga menorehkan kiprah panjang di dunia akademik sebagai Dekan Fakultas Teologi, Guru Besar Ilmu Teologi, serta Direktur Program Pascasarjana Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Ungkapan syukur atas 50 tahun imamat tersebut juga diwujudkan melalui pagelaran seni budaya berupa Ketoprak Rohani bertajuk Raja Airlangga Mandita yang digelar pada hari yang sama pukul 19.00 WIB di halaman Gereja Katedral Jakarta.
Pementasan ini disutradarai oleh Aries Mukadi bersama Sanggar Ketoprak DNA (Dharma Nusantara Adhiluhung).
Ketoprak rohani tersebut melibatkan para pemain dari beragam latar belakang, mulai dari para imam dan suster Keuskupan Agung Jakarta, Firsta Yufi Amarta Putri, hingga figur publik dan profesional.
Sejumlah artis turut ambil bagian, antara lain Glen Alinskie, serta para profesional seperti Lisawati, Fransisca Nelwan, Aviliani, dan Rita Mirassari.
Jajaran jenderal TNI dan Polri juga ikut terlibat dalam pementasan, di antaranya Daniel Tifaona, Agustinus Purboyo, dan A. Budi Sulistiyo.
Hadir pula pemikir kebangsaan Sukidi Mulyadi, pegiat media Rosiana Silalahi dan Andreas Maryoto, pejabat publik Yustinus Prastowo, Andi Gani Nena Wea, Simon Aloysius Mantiri, serta legenda bulu tangkis Indonesia Haryanto Arbi.
Acara semakin semarak dengan kehadiran Nasaruddin Umar, Sinta Nuriyah Wahid, serta tamu undangan dari berbagai kalangan.
Perayaan ini menjadi simbol harmoni iman, budaya, dan kebangsaan dalam semangat syukur atas lima dekade pengabdian Kardinal Ignatius Suharyo. (Hans)
Tidak ada komentar