Konglomerat Terkait Panama Papers Diduga Pemilik PT SURGE

Noname
18 Mar 2025 11:53
HUKUM 0 6513
2 menit membaca

REDAKSI JAKARTA – Jagat media sosial x riuh dengan perbincangan terkait PT Solusi Digital Bersama atau SURGE WIFI. Seorang selebritis media sosial bernama Mazzini (@mazzini_gsp) berkicau bahwa kredit investasi Bank BUMN BNI kepada Surge sangat mencurigakan.

banner 970x250

Hal ini didasari, dengan pinjaman 978 Miliar dari BNI, rasio utang PT Surge terhadap ekuitas menjadi 2,6 kali. Tingkat leverage ini terbilang relatif tinggi, yang dapat menimbulkan risiko keuangan.

Ia juga berkata, jika melihat kantor Surge yang hanya berupa ruko, tak meyakinkan untuk dapat pinjaman hampir 1 Triliun.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

“Jadi inget pernah baca berita Bank BNI kasih kredit untuk PT Surge Rp 978 Miliar (hampir 1 Triliun), tapi kalau PT Surge di-googling lalu liat lokasi perusahaan itu jadi kurang meyakinkan karena berbentuk bangunan ruko. Jadi mikir kok bisa dikasih ya? Oke lah misalnya memang kantornya PT Surge di ruko Jl. RS. Fatmawati Raya No.329, tapi kan dari Rp 978 Miliar, rasio utang PT. Surge terhadap ekuitas naik jadi 2,6 kali.” kicau Mazzini.

Mazzini juga mengungkapkan lewat akun x nya (@mazzini_gsp) bahwa PT Surge didirikan oleh konglomerat yang tersangkut Panama Papers bernama Hendrik Tee.

“PT Surge didirikan Hendrik Tee. Namanya juga pernah tercatat di dokumen Panama Papers milik Mossack Fonseca. Kalau masih inget, Panama Papers pernah bikin heboh karena berisi catatan nama para konglomerat yg diduga menghindari pajak, menyimpan kekayaannya di luar Indonesia dan dugaan mencuci uangnya lewat perusahaan cangkang”, tulis Mazzini.

Perbincangan akhirnya bergulir, selebritis media sosial lain bernama Miss Tweet (@Heraloebss) juga menambahkan informasi bahwa pemilik Surge, Hendrik Tee pernah digugat di Amerika oleh Frederick Peyser atas dugaan penipuan jual beli saham.

“Dia juga pernah digugat oleh Frederick Peyser di Amerika atas gugatan penipuan jual beli saham. Hendrik Tee saat itu sebagai Direktur Eksekutif Keuangan Asia Pulp And Papers. Dia dituduh memoles laporan keuangan agar harga sahamnya mahal” tulis Miss Tweet.

Lebih lanjut Hera menduga bahwa pinjaman BNI kepada Surge terkait dengan proyek lelang Pita Jaringan 1, 4 GHz yang dikritik publik.

“Bg @mazzini_gsp , bisik kabar Hendrik Tee dengan PT Surge diduga ingin menguasai proyek pita jaringan 1,4 GHz di @kemkomdigi. Padahal Assosiasi Perusahaan Seluler dan Internet udah bilang ekosistem pita jaringan 1, 4 GHz belum siap?Ketemu nih benang merahnya antara pinjaman hampir 1 Triliun di bank @BNI yang kau bahas kemarin. Monitor @KPK_RI !” Tulis Hera.

Hingga saat ini, pihak PT Surge dan BNI belum memberikan tanggapan resmi terkait perbincangan ini. Publik menantikan klarifikasi dari pihak terkait mengenai dugaan kejanggalan dalam pemberian kredit besar kepada perusahaan tersebut.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250