Jakarta|Korps Mahasiswa Gerakan Pemuda Islam Indonesia (Korpma GPII) gelar aksi tolak event Djakarta Warehouse Project (DWP) 2019 di Jakarta.DWP sendiri adalah acara konser musik bergenre tekno, bertaraf internasional, yang mengundang DJ kelas dunia.Dimana para penonton lebih banyak didominasi oleh kaum muda.

Ketua Umum Korpma GPII M. Husni Hasan, menyatakan keprihatinannya terhadap acara DWP yang tidak sesuai dengan budaya ketimuran dan kaidah-kaidah agama.
“Kami prihatin dengan acara DWP ini, karena tidak sesuai dengan budaya ketimuran kita. Mempertontonkan kemaksiatan yang jelas-jelas nyata. Oleh karenanya, sudah melanggar kaidah-kaidah agama, menghentikan DWP adalah langkah tepat demi menjaga moralitas generasi muda bangsa ini”, ujarnya.
Korlap aksi, Udin menilai acara DWP merupakan acara yang tidak bermoral, karena menampilkan kesan hura-hura dan mabuk-mabukan.
@redaksi.jakarta
“DWP ini adalah acara yang menampilkan hura-hura dan mabuk-mabukan, jelas ino tidak bermoral”, katanya di Balai Kota Jakarta Pusat (06/12 /2019).
Udin meminta Pemprov DKI Jakarta menghentikan segera penyelenggaraan DWP 2019. Demi menyelamatkan genersai muda dari kemaksiatan.
“Karena alasan tidak bermoral, kami meminta Pemprov DKI Jakarta untuk menghentikan acara DWP, demi menyelamatkan genersai muda bangsa. Apalagi DWP adalah tempat maksiat”, sambungnya.
Selanjutnya, udin meminta Polda Metro Jaya agar tidak memberikan izin pada penyelenggaraan DWP.”
Kami juga meminta agar Polda Metro Jaya tidak memberikan izin keramaian pada acara DWP”, pungkasnya.
Tidak ada komentar