Mahasiswa Desak Menteri BUMN Copot Direksi Bank Raya, Soroti Dugaan Pencucian Uang Rp8 Miliar

Admin Pusat
24 Jun 2025 15:48
NEWS 0 886
2 menit membaca

Jakarta, 24 Juni 2025 – Gerakan Mahasiswa dan Pemuda untuk Keadilan Rakyat menggelar aksi protes di Jakarta, Selasa (24/6), mendesak Menteri BUMN Erick Thohir untuk segera mencopot seluruh jajaran direksi dan komisaris PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO). Aksi ini dipicu lambannya penanganan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan skandal kredit fiktif senilai hampir Rp8 miliar yang menyeret nama Bank Raya—anak usaha digital dari BRI.

banner 970x250

Koordinator Lapangan, Nando, menyebut digitalisasi yang selama ini dijadikan andalan Bank Raya justru menjadi kedok bagi praktik korupsi gaya lama yang dibungkus teknologi canggih.

“Bank digital kok bisa kecolongan kredit fiktif miliaran rupiah? Ini bukan soal sistem yang lemah, tapi moral yang bobrok,” tegas Nando dalam orasinya.

Ia juga menyoroti langkah manajemen yang menyebut pelaku sebagai “oknum”, padahal kasus ini telah menyeret dua tersangka dan membuka indikasi pencucian uang lebih luas. Massa aksi menilai, pembelaan semacam itu tidak lagi bisa diterima publik.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Lebih lanjut, mereka mengkritik kebijakan buyback saham yang dilakukan Bank Raya di tengah sorotan publik, dan menyebutnya sebagai upaya jangka pendek untuk menyelamatkan citra perusahaan, bukan solusi atas persoalan struktural.

Berikut 5 tuntutan yang disuarakan massa:

• Mendesak Menteri BUMN mencopot seluruh direksi dan komisaris Bank Raya.

• Meminta Kejaksaan Agung dan Kejari Pekanbaru menyelidiki secara menyeluruh, termasuk jajaran manajemen pusat.

• Mendorong penyidikan tak berhenti di dua tersangka cabang.

• Menolak solusi semu seperti buyback saham di tengah dugaan korupsi.

• Menuntut restrukturisasi total manajemen dan pengawasan internal Bank Raya.

“OJK diam, Kejaksaan tidak terdengar, BPK pun hilang arah. Kalau ini terus dibiarkan, hari ini Bank Raya—besok bisa bank lain yang menyusul. Yang jadi korban tetap rakyat kecil,” ujar Nando.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Bank Raya, BRI, dan Kementerian BUMN.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250