Majelis Kaum Betawi Diteguhkan Lewat Kongres Istimewa, Tonggak Baru Budaya Betawi di Era Daerah Khusus Jakarta (DKJ)

NR
22 Okt 2025 09:32
3 menit membaca

REDAKSI JAKARTA, 18 Oktober 2025 — Majelis Kebudayaan Betawi (MKB) resmi diteguhkan sebagai lembaga adat sah masyarakat Betawi melalui Kongres Istimewa MKB yang digelar di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur.

banner 970x250

Peristiwa bersejarah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat identitas dan kelembagaan adat Betawi di tengah perubahan status Jakarta menjadi Daerah Khusus Jakarta (DKJ).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Bamus Betawi dan Bamus Suku Betawi 1982 ini dihadiri para sesepuh, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari 171 organisasi Betawi. Kongres tersebut menandai konsolidasi besar masyarakat Betawi untuk menjaga keberlanjutan budaya dan memperkuat posisi Betawi sebagai tuan rumah di tanah kelahirannya.

Dalam forum tersebut, Majelis Kebudayaan Betawi diteguhkan sebagai satu-satunya lembaga adat resmi dan memiliki legitimasi hukum, yang berfungsi sebagai wadah utama pelestarian budaya, penjaga nilai-nilai adat, dan representasi masyarakat Betawi dalam arah pembangunan Jakarta di era DKJ.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Dukungan terhadap MKB juga datang dari berbagai tokoh nasional dan politik. Hadir di antaranya anggota DPD RI Prof. Dailami Firdaus, Fahira Idris, dan Happy Jarot, serta anggota DPRD DKI Jakarta Riano P. Ahmad (NasDem) dan Yusuf, S.Kom (PKB), yang juga menjadi bagian dari panitia kongres.

Mereka menegaskan pentingnya peran Majelis Kebudayaan Betawi dalam proses revisi Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi agar sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang DKJ.

Ketua Wali Amanah MKB, Marullah Matali, dalam sambutannya menyampaikan pesan dari Gubernur DKI Jakarta serta Fauzi Bowo, yang sedang berada di luar negeri.

Dalam pesannya, Fauzi menekankan bahwa arah besar kongres ini adalah peneguhan MKB secara hukum dan adat agar menjadi “rumah besar” bagi seluruh masyarakat Betawi di era baru Jakarta.

“Pak Gubernur berpesan agar suasana Betawi semakin kuat dan berdaya, terutama menghadapi transformasi Jakarta menjadi kota global,” ujar Marullah.

Kongres Istimewa Majelis Kebudayaan Betawi menghasilkan tiga keputusan strategis:

1. Menetapkan kembali Fauzi Bowo sebagai Ketua Dewan Adat MKB dan Marullah Matali sebagai Ketua Wali Amanah MKB.

2. Mengokohkan MKB sebagai lembaga adat tunggal masyarakat Betawi yang menjunjung tinggi nilai budaya dan kearifan lokal.

3. Mendorong revisi Perda Nomor 4 Tahun 2015 agar selaras dengan UU Pemajuan Kebudayaan 2017 dan UU DKJ 2024.

Setelah kembali ke Tanah Air, Fauzi Bowo dijadwalkan akan melaporkan hasil Kongres Istimewa MKB kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebagai bentuk penyampaian resmi hasil kongres kepada pemerintah daerah.

Dengan peneguhan ini, Majelis Kebudayaan Betawi tidak hanya menjadi lembaga adat, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam pelestarian, pemberdayaan, dan pengembangan kebudayaan Betawi di tengah modernisasi kota Jakarta.

Kehadiran MKB diharapkan mampu memperkuat posisi Betawi sebagai identitas utama Jakarta dan mengawal agar transformasi menuju Daerah Khusus Jakarta (DKJ) tetap berpijak pada akar budaya Betawi yang berkarakter, inklusif, dan berdaulat di tanahnya sendiri. (Red)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250