
Jakarta, 2 Agustus 2025 — Mayor Jenderal TNI Rano Maxim Adolf Tilaar resmi mengemban amanah sebagai Gubernur Akademi Militer (Akmil), lembaga pendidikan strategis di bawah TNI Angkatan Darat yang bertugas mencetak calon-calon perwira masa depan.

Putra asal Sulawesi Utara ini dikenal sebagai perwira tinggi dengan rekam jejak panjang, profesional, dan konsisten dalam setiap penugasan yang diemban. Kariernya dimulai dari satuan elit Kopassus dan terus menanjak hingga menduduki berbagai jabatan strategis di lingkungan TNI AD, BAIS TNI, dan Mabes TNI.
Pelantikan ini sekaligus menjadi bentuk kepercayaan institusi TNI atas kapasitas kepemimpinan dan integritas Mayjen Tilaar yang selama ini dikenal dengan gaya kepemimpinan tegas namun humanis.
Dalam wawancara terpisah, sejumlah mantan rekan dan anak buahnya menyebut, Mayjen Tilaar bukan hanya piawai dalam strategi militer, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kesejahteraan prajurit. Hal ini tercermin dalam masa jabatannya sebagai Kasgartap I/Jakarta, di mana wajah markas dan fasilitas bagi anggota garnisun mengalami peningkatan signifikan.
@redaksi.jakarta
Rekam Jejak Karier
Abituren Akmil tahun 1993 ini telah menempati sederet jabatan penting, antara lain:
Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai pejabat strategis intelijen di BAIS TNI, menunjukkan kepercayaan tinggi atas kapasitas intelijen dan pertahanan nasional yang ia miliki.
Latar Belakang Pendidikan
Dalam bidang pendidikan militer, Mayjen Tilaar telah menempuh berbagai kursus baik di dalam maupun luar negeri. Ia tercatat sebagai lulusan:
Seskoad (2008), Sus Dandim (2010), dan sejumlah pendidikan intelijen strategis
Program pelatihan luar negeri seperti Airborne Jump Master (AS), SAS Regiment (Australia), MI-6 (Inggris), dan Intel Exchange (Filipina)
Kiprah operasionalnya juga luas, mulai dari Operasi Seroja di Timor Timur (1995), hingga penugasan di Papua dan Aceh dalam rangka menjaga stabilitas nasional.
Arah Kepemimpinan Akmil
Sebagai pemimpin baru di Akmil, Mayjen Tilaar diharapkan membawa semangat pembaruan dalam sistem pendidikan militer yang adaptif terhadap tantangan zaman. Visi besarnya menempatkan Taruna dan Taruni sebagai agen perubahan dan penjaga masa depan NKRI.
Penunjukan ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sulawesi Utara, tetapi juga mencerminkan meritokrasi dalam tubuh TNI, di mana integritas dan prestasi tetap menjadi tolok ukur utama.
Selamat mengemban amanah baru, Mayjen TNI Rano Maxim Adolf Tilaar.
Ditulis oleh: Hans Montolalu
Editor: Bung DW
Tidak ada komentar