Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa/Pelajar Indonesia Sulawesi Selatan (PB IKAMI SULSEL).REDAKSI JAKARTA – Pengurus Besar Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa/Pelajar Indonesia Sulawesi Selatan (PB IKAMI SULSEL) berharap agar penyisiran aparat TNI-Polri membuahkan hasil atas pencarian dua korban warga asal makassar yang menjadi korban serangan KKB di Kabupaten Yahukimo, Papua Pengunungan.

Andi In’hamul Hasan Ketua Umum PB IKAMI SULSEL dalam hal ini pun mengecam keras atas insiden tersebut serta mengapresiasi kinerja serta upaya-upaya yang telah dilakukan oleh aparat TNI/POLRI dalam menjaga keamanan warga sipil atas serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
“Kami beserta seluruh jajaran pengurus/anggota baik dipusat dan juga daerah se-Indonesia, sangat berharap agar kedua korban yang berasal dari Sulsel untuk segera ditemukan. Dan semoga tidak ada lagi korban-korban dari masyarakat sipil yang tidak bersalah menjadi korban, kekejaman KKB di tanah Papua”, ujar Andi In’hamul Hasan Ketum PB IKAMI dalam keterangan tertulis yang diterima oleh awak media. (11/11).
Lanjut Andi, PB IKAMI mendukung sekaligus mengapresiasi kinerja aparat TNI-POLRI dalam upaya pengamanan juga penyelamatan masyarakat yang menjadi korban atas serangan KKB, Guna memastikan terciptanya kenyamanan serta rasa aman bagi masyarakat disana.
@redaksi.jakarta
“Kami pun mengucapkan bela sungkawan atas insiden penyerangan KKB yang menewaskan warga asal Makassar. Kita semua sangat berharap agar secapatnya menumukan titik terang”, tutup Andi.
Kasatgas Humas Damai Cartenz AKBP Bayu Suseno mengatakan bahwa korban hilang bertambah berdasarkan laporan keluarga korban. Laporan itu diadukan ke Polres Yahukimo.
“Yang laporan ke Polres ada 2 orang yang belum ditemukan,” kata Bayu Suseno kepada detikcom, Jumat (10/11).
Bayu menduga jenazah kedua korban terbawa arus sungai. Karena itu, jenazah keduanya hingga kini masih belum ditemukan.
“Saya khawatir kalau jenazahnya terbawa arus sungai,” kata Bayu.
Untuk diketahui, KKB menyerang kawasan tambang di Kali I, Distrik Seradala, Yahukimo pada Senin (16/10). 95 warga menjadi korban serangan ini dengan rincian 13 tewas dan 82 lainnya berhasil selamat.
Tidak ada komentar