
Jakarta, 16 Oktober 2025 — Puluhan kader Pemuda Muslimin Indonesia Wilayah DKI Jakarta menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Trans7, Kamis (16/10).

Aksi ini diikuti sekitar 250 peserta dan perwakilan dari lima Pimpinan Cabang Pemuda Muslimin se-DKI Jakarta sebagai bentuk protes terhadap program televisi “Xpose Uncensored” yang dianggap melecehkan lembaga pendidikan Islam serta menyinggung nilai-nilai moral masyarakat.
Ketua Umum PW Pemuda Muslimin Indonesia DKI Jakarta, Rizki, dalam orasinya menegaskan bahwa tayangan tersebut telah melanggar prinsip etika penyiaran dan mencederai marwah dunia pesantren.
“Tayangan itu tidak hanya menghina pesantren, tetapi juga mempermainkan nilai-nilai agama. Trans7 gagal menjaga etika siar dan justru menodai simbol pendidikan Islam. Ini bentuk penghinaan terhadap umat dan harus dipertanggungjawabkan,” tegas Rizki.
@redaksi.jakarta
Dalam pernyataan sikapnya, Pemuda Muslimin Indonesia DKI Jakarta menilai Trans7 telah melakukan pelanggaran serius terhadap sejumlah regulasi, di antaranya Peraturan KPI No. 01/P/KPI/03/2012 tentang Pedoman Perilaku Penyiaran (P3), Peraturan KPI No. 02/P/KPI/03/2012 tentang Standar Program Siaran (SPS), UU No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.
Mereka mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk segera mengambil tindakan tegas, termasuk mencabut izin siar Trans7 secara permanen.
Selain itu, Pemuda Muslimin Indonesia juga menuntut agar seluruh tim kreatif, produser, dan penulis naskah program “Xpose Uncensored” diberhentikan dan dievaluasi atas dugaan pelanggaran etika siaran.
“Kami akan terus mengawal persoalan ini sampai tuntas. Pemuda Muslimin Indonesia berdiri di garda depan membela kehormatan pesantren dan menjaga martabat umat Islam,” lanjut Rizki.
Aksi damai tersebut berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Massa aksi membawa spanduk bertuliskan #BoikotTrans7, #SavePesantren, dan #LirboyoBermartabat, sebagai bentuk seruan moral untuk menegakkan keadilan dan menolak segala bentuk pelecehan terhadap lembaga pendidikan Islam.
Gelombang protes terhadap tayangan “Xpose Uncensored” kini meluas di berbagai media sosial.
Tagar boikot Trans7 terus bergulir, mencerminkan keresahan publik terhadap konten siaran yang dinilai tidak menghormati nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal. (Red)
Tidak ada komentar