PP KAMMI Apresiasi Mentan Kirim 10 Ribu Ton Beras ke Palestina: Saatnya RI Pimpin Diplomasi Pangan

Admin Pusat
7 Jul 2025 18:51
NEWS 0 194
2 menit membaca

Jakarta – Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) mengapresiasi langkah Kementerian Pertanian yang mengirimkan 10.000 ton beras ke Palestina. Aksi kemanusiaan tersebut dinilai sebagai bentuk nyata solidaritas Indonesia di tengah krisis global.

banner 970x250

Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Ketahanan Pangan (LHKP) PP KAMMI, Aulia Furqon, menyebut bantuan ini bukan hanya simbol empati, tetapi juga bagian dari strategi geopolitik Indonesia di sektor pangan.

“Kami apresiasi tinggi pada Menteri Pertanian atas kebijakan ini. Tapi bantuan pangan bukan sekadar gestur simpati, ini adalah strategi global,” kata Furqon dalam keterangan tertulis, Senin (7/7/2025).

Menurutnya, bantuan ini harus jadi awal dari peran lebih besar Indonesia dalam membangun poros diplomasi pangan dunia. Ia menilai diplomasi pangan tidak boleh berhenti di seremoni, tapi harus didukung oleh kekuatan domestik yang berdaulat.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

“Kalau kita bisa bantu Palestina, itu artinya kita siap menjadi pemimpin di panggung pangan dunia. Tapi syaratnya: kita harus benar-benar berdaulat atas pangan sendiri,” tegasnya.

Furqon juga menyinggung bahwa krisis pangan di Palestina bukan murni karena kelangkaan, tetapi akibat dari kolonialisme sistematis yang merampas akses rakyat Palestina terhadap lahan, air, dan pertanian.

“Memberi makan hari ini adalah kepedulian. Membantu mereka menanam esok hari adalah bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan,” ujarnya.

Selain itu, PP KAMMI menekankan pentingnya transparansi pengelolaan cadangan pangan nasional. Menurut mereka, komitmen global tak boleh mengganggu ketahanan dalam negeri.

Mereka mendorong Kementerian Pertanian agar menjadikan momentum ini sebagai pijakan untuk membangun kerja sama pertanian internasional, termasuk melalui teknologi, riset benih, dan pelatihan SDM di negara-negara terdampak konflik dan perubahan iklim.

“Indonesia jangan hanya jadi negara agraris. Kita harus jadi negara agrikultural yang berpengaruh. Diplomasi pangan adalah alatnya, dan kedaulatan adalah fondasinya,” tegas Furqon.

Sebagai organisasi kepemudaan, PP KAMMI menyatakan siap terlibat dalam inisiatif kemanusiaan berbasis pertanian — baik melalui edukasi, advokasi, maupun kolaborasi lintas negara.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250