
Jakarta, 30 Januari 2026 — Audiensi Pemuda Kaum Betawi (PKB) dengan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Pertemuan yang diterima langsung Ketua KPUD DKI Jakarta, Wahyu Dinata, itu memadukan dialog demokrasi dengan sentuhan kultural Betawi.

Agenda bertajuk “Rantang Demokrasi Pemuda Kaum Betawi untuk KPUD Jakarta” tak hanya diisi penyampaian gagasan dan program, tetapi juga penyerahan simbolik rantang Betawi, karikatur Wahyu Dinata, serta buku Menuju Indonesia Emas 2045 karya H. Masykur Isnan dan M. Deni sebagai refleksi visi demokrasi ke depan.
Nuansa budaya kian terasa saat M. Akbar, Ketua Majelis Ta’lim Pemuda Kaum Betawi, menyampaikan pantun sebagai doa, penghormatan, sekaligus penguat silaturahmi antara Pemuda Kaum Betawi dan KPUD DKI Jakarta.
Ketua Umum Pemuda Kaum Betawi, H. Masykur Isnan, S.H., M.H., M.M., menegaskan pendekatan budaya menjadi cara menghadirkan demokrasi yang lebih membumi dan inklusif.
@redaksi.jakarta
“Kami ingin demokrasi tidak terasa kaku dan berjarak. Lewat budaya, dialog, dan silaturahmi, kami membangun kolaborasi yang sehat demi demokrasi Jakarta yang lebih kuat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemuda Kaum Betawi juga memperkenalkan program Muda Melek Politik dan Balé Politik sebagai ruang edukasi, diskusi, dan konsolidasi gagasan demokrasi bagi generasi muda Betawi.
Ketua KPUD DKI Jakarta Wahyu Dinata menyambut baik inisiatif tersebut dan mengapresiasi pendekatan kultural yang dinilai mampu memperluas partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi.
Melalui “Rantang Demokrasi”, Pemuda Kaum Betawi menegaskan komitmen merawat demokrasi Jakarta melalui dialog, kolaborasi, dan nilai budaya yang menjunjung kebersamaan.
Tidak ada komentar