Budi Arie Setiadi yang menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika. Redaksi Jakarta – Presiden usai pelantikan menyatakan, dirinya memiliki pertimbanghan memilih Budi Arie Setiadi sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika. Karena ingin masalah penyelesaian menara Base Transceiver Station dapat segera dilaksanakan dalam waktu yang cukup singkat.

“Penyelesaian hukum silahkan berjalan, kita hormati proses hukum, tetapi penyelesaian BTS-nya juga harus tetap berjalan. Karena nanti menyangkut pelayanan kepada masyarakat terutama di daerah-daerah terdepan dan tertinggal,” ujar Presiden.
Kepala Negara tidak ingin penyelesaian BTS Kominfo yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan rakyat terbengkalai tanpa terselesaikan. Apalagi menyangkut masalah kedaulatan data.
“Semuanya bisa segera dirampungkan dan dituntaskan,” ujar Presiden lebih lanjut. Presiden Jokowi juga menambahkan, bahwa dirinya menambah posisi Wakil Menteri Kominfo demi mempercepat penyelesaian pekerjaan.
@redaksi.jakarta
“Akan kita bantu lagi, Wamen kita bantu lagi dengan Satgas. Ya memang kita waktunya sangat mepet sekali, ada satgasnya juga nanti,” kata Presiden.
Namun, Presiden masih enggan menyampaikan siapa yang akan memimpin Satgas tersebut. Alasannya karena masih harus dibicarakan terlebih dahulu, karena ini bukan perkara mudah.
Presiden Joko Widodo secara resmi telah melantik sejumlah pejabat di Istana Negara, Senin (17/7/2023). Diantara para pejabat yang dilantik ada nama Budi Arie Setiadi yang menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika.
Tidak ada komentar