Launching Buku “HMI Dan Ideologi Perlawanan Dalam Tinjauan Sejarah”

Redaksi Jakarta
24 Okt 2023 22:31
NEWS 0 438
3 menit membaca

REDAKSI JAKARTA – Himpunan Mahasiswa Islam Koordinator Komisariat Universitas Negeri Jakarta (HMI Korkom UNJ) cabang Jakarta Raya telah mengadakan acara launching buku “HMI Dan Ideologi Perlawanan Dalam Tinjauan Sejarah”, bertempat di Gedung Raden Dewi Sartika UNJ. (Selasa, 24/10).

banner 970x250

Acara tersebut dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Andra Pahiga selaku Ketua Koordinator Komisariat HMI UNJ, Asra selaku Sekretaris Umum HMI Cabang Jakarta Raya, dan sambutan dari Wawan Saipul selaku Ketua Umum Rayon KAHMI UNJ yang memberikan sambutan berisi apresiasi terhadap karya “HMI Dan Ideologi Perlawanan Dalam Tinjauan Sejarah” yang ditulis oleh Arief Wicaksana.

Acara launching “Buku HMI Dan Ideologi Perlawanan Dalam Tinjauan Sejarah” diisi oleh beberapa narasumber yaitu Arief Wicaksana selaku penulis buku, dan Prof. Dr. Soepardji Ahmad, S.H., M.H. yang merupakan seorang guru besar ilmu hukum Universitas Al Azhar dan aktivis HMI tahun 90-an.

Prof Supardji dalam acara tersebut mengapresiasi buah karya dari Arief Wicaksana yang mampu menulis buku yang menginspirasi.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

“Bahwa sejatinya diera disurpsi dan tantangan zaman ini dibutuhkan transformasi pengetahuan dan sejarah, juga sebagai refleksi karya buku ini menjadi inspirasi bagi HMI, dan diharapkan mampu berkembang lebih jauh lagi sebagai proyeksi kedepan.”, ujar Prof Supardji.

Arief Wicaksana selaku penulis buku tersebut menjelaskan bahwa latar belakang penulisan buku yaitu melihat sebelumnya ada Agus Salim Sitompul selaku pelaku sejarah, sejarawan, dan selalu mengawal kaderisasi yang menuliskan buku “Sejarah Perjuangan Himpunan Mahasiswa Islam (1947-1975)”.

Selain itu catatan mengenai sejarah HMI yang ada pada “Pergolakan Pemikiran Islam” yang ditulis oleh Ahmad Wahib, walaupun berupa catatan harian kecil akan tetapi membahas realita HMI pada saat itu dan mampu menjadi sebuah referensi yang menarik. Serta sosok Alfan Alfian yang menulis buku “HMI 1963-1966: menegakkan Pancasila di tengah prahara”.

Para tokoh-tokoh tersebutlah yang menggerakkan penulis untuk melanjutkan perjuangan para penulis sebelumnya dalam menulis sejarah ideologi perjuangan HMI.

Landasan spritual dari penulis untuk membuat karyanya yaitu berasal dari kata-kata akhir dalam tujuan HMI yaitu “Ridha Allah SWT”. Bukan tanpa sebab, karena kebanyakan para manusia saat ini banyak yang menjalankan kehidupannya dengan orientasi duniawi saja.

Arief Wicaksana selaku penulis memaparkan bahwa implementasi ideologi perlawanan atau perjuangan dari HMI dapat kita lihat dari salah satu contoh yaitu pada saat perlawanan melawan komunis, dengan semangat menegakan keislaman. Selain itu berkaca dari sejarah, perbedaan perjuangan lalu dan sekarang secara dasar atau basis pemikiran masih memiliki ideologi yang jelas sama.
Perbedaan yang terlihat yaitu dalam bentuk fisik atau aksi yang dilakukan contohnya seperti sekarang mulai menggunakan media sosial dan sebagainya.

Setelah pemaparan dari kedua narasumber selesai, selanjutnya Wakil Rektor 1 UNJ memberikan refleksi nostalgia HMI pada kisaran tahun 90-an di UNJ. Kader HMI haruslah merefleksikan karakter Moh Hatta terutama mengenai kedisiplinan seorang Moh Hatta ini dan kecintaan beliau terhadap keilmuan yang sangat kuat. Selain itu kecintaan terhadap bangsa yang luar biasa dengan memprioritaskan kepentingan bangsa terlebih dahulu daripada kepentingan pribadi dengan sumpah tidak menikah sampai Indonesia bebas dari penjajahan kolonialisme.

Launching “Buku HMI Dan Ideologi Perlawanan Dalam Tinjauan Sejarah” yang diadakan oleh Koordinator Komisariat HMI UNJ diharapkan menjadi refleksi terhadap HMI hari ini dan kedepannya dapat menambah wawasan dan dapat mempelajari nilai nilai perjuangan serta mengimplementasikannya sesuai dengan khitah perjuangan untuk mencapai tujuan HMI.

Acara ditutup dengan simbolisme dukungan yang dilakukan dengan penyerahan bendera HMI dari KAHMI Rayon UNJ, Ketua Koordinator Komisariat HMI UNJ, dan Sekretaris Umum HMI Cabang Jakarta Raya kepada Arief Wicaksana untuk turut berpartisipasi dalam kontestasi Kongres HMI ke-32 di Pontianak dengan maju sebagai Calon Ketua Umum PB HMI dari asal cabang Jakarta Raya. Simbolisme dukungan tersebut menjadi langkah awal seorang Arief Wicaksana dalam pencalonannya sebagai Ketua Umum PB HMI.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250